Iran Sebut Serangan Terbaru AS Bikin Gencatan Senjata Tak Berarti

Iran Sebut Serangan Terbaru AS Bikin Gencatan Senjata Tak Berarti

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 22:39 WIB
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan terhadap Israel. Peluncuran rudal tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan balasan Iran dalam perang
Ilustrasi. Iran (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran hingga membuat 3 orang terluka. Otoritas Iran menyebut serangan AS ini membuat gencatan senjata yang tengah berlangsung menjadi 'tidak berarti'.

"Tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan berbahaya ini terletak pada Amerika Serikat dan pihak mana pun yang berpartisipasi, memfasilitasi, atau membantu tindakan tersebut," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X dilansir CNN, Kamis (11/6/2026).

Militer Iran juga telah melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama juga diutarakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia meragukan status gencatan senjata yang rapuh tersebut.

Ia mengatakan kepada kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam sebuah panggilan telepon hari ini bahwa Teheran memandang serangan Washington baru-baru ini sebagai "pelanggaran nyata" terhadap hukum internasional, yang telah "membuat gencatan senjata tidak efektif," menurut Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA).

Dalam pesan kecaman lainnya, seorang penasihat militer utama pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Washington harus menerima persyaratan Iran atau berisiko kehilangan "sisa kredibilitas terakhirnya di dunia". Dia tidak merinci "persyaratan" apa yang dia maksud.

Ia menyebut Presiden AS Donald Trump "membayangkan bahwa bom dapat menyelamatkannya dari rawa yang ia ciptakan sendiri," kata Rezaei.

"Tetapi rudal Iran akan menjerumuskannya lebih dalam lagi ke dalamnya," sambungnya.

Halaman 2 dari 2
(isa/rfs)


Berita Terkait