Hasilnya pun memuaskan rasa keadilan masyarakat. Chairul Saleh yang dijebak memiliki ganja akhirnya bebas dalam putusannya siang ini.
"Saya hanya menjalankan tugas. Tak perlu dipuji," ujarnya merendah saat ditemui detikcom, Senin (3/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya Syariffudin memimpin sidang juga membuat polisi mengakui tindakan curang dengan memalsu BAP.
"Saya ini lahir dari timur, Makassar. Saya besar di pesisir. Jadi gaya bicara saya ya seperti ini," tambahnya.
Dalam sidang, Syariffudin juga tidak segan-segan menegur semua pihak yang tidak sesuai prosedur hukum. Baik jaksa, pengacara maupun pengunjung sekalipun. Bahkan, tak sedikit wartawan ikut disindir dalam setiap sidang.
Menurutnya, semua persidangan adalah sama, tidak ada yang istimewa. "Tidak ada kasus istimewa. Semua
kasus sama," ujarnya dalam sidang.
Hasil keseriusannya mengungkapkan ada pemalsuan BAP pada kasus kepemilikan Chairul Saleh, berujung dibebaskannya terdakwa. Landasan hukum yang membebaskan terdakwa pun kuat, yaitu dakwaan dan tuntutan jaksa tak memenuhi unsur KUHAP.
Bahkan secara tegas, dia mengatakan jika BAP polisi palsu, dakwaan tidak diterima dan akibatnya tuntutan tidak sah. "Kan bunyi KUHAP seperti itu," tegasnya.
Kini, Chairul Saleh menghirup udara bebas. Yang ada di benaknya, hanyalah pulang kampung ke Sumatera Utara, bertemu ibunya yang telah 10 tahun ditinggalkannya.
"Saya hanya ingin ketemu ibu saya. Saya tak menyangka hakim memutus dengan sangat bijak. Ternyata masih ada keadilan di Indonesia," tuturnya usai sidang.
(asp/mok)











































