"Saya suka berenang di rumah. Saya sesekali berkuda dan menonton film anak-anak bersama keluarga saya. Saya memang lebih suka menonton film anak-anak karena bisa mengajak keluarga, istri dan anak-anak saya menonton bersama," kata Marciano.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela acara silaturahmi Paspampres dengan media massa nasional di Mabes Paspampres, Jl Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, mengemban tugas sebagai komandan Paspampres membuatnya sibuk. Namun bagi Marciano menjadi kehormatan tersendiri menjadi pengaman presiden, wakil presiden dan keluarganya.
"Keluarga saya selalu mendukung saya dan mensupport saya. Sekalipun saya sibuk, saya tetap menomorsatukan dua-duanya. Pekerjaan dan keluarga saya," kata pria kelahiran Banjarmasin 20 Oktober 1954 ini.
Pria ramah ini mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi tentara. "Saya kebetulan dibesarkan keluarga tentara. Istri saya juga dari keluarga tentara. Makanya saya ingin menjadi tentara," kata Marciano yang menjabat komandan Paspampres sejak Oktober 2008 ini.
Meski demikian, eks Direktur Analisa Strategis Departemen Pertahanan ini tidak ingin memaksa sang buah hatinya mengikuti jejaknya menjadi tentara.
"Semua saya serahkan kepada anak-anak saya. Masa depan mereka di tangan mereka sendiri," kata Marciano yang memiliki motto hidup harus disiplin dan bertekad tinggi ini.
(aan/nrl)










































