Kritik Energi dari Zelensky Dibalas Trump Suruh Undur Diri

Kritik Energi dari Zelensky Dibalas Trump Suruh Undur Diri

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 11 Okt 2026 21:04 WIB
U.S. President Donald Trump meets with Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy during the 80th United Nations General Assembly, in New York City, New York, U.S., September 23, 2025. REUTERS/Al Drago
Zelensky dan Trump. (REUTERS/Al Drago)
Washington DC -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik kesepakatan soal energi antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Presiden AS Donald Trump pun mendesak agar Zelensky mundur sebagai presiden.

Dilansir BBC, Minggu (11/10/2026) awalnya Zelensky memperingatkan bahwa kesepakatan baru untuk memasukkan jutaan ton diesel Rusia ke AS akan memberikan dana bagi Moskow untuk melanjutkan perang melawan negaranya. Dia menyebut hal itu sebagai hadiah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pasokan bahan bakar global, termasuk diesel, sangat terbatas akibat perang yang dipicu AS dan Israel terhadap Iran. Peran itu telah menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi seperlima produk minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Rusia, sebagai produsen utama energi, juga masih berperang dengan Ukraina. Pihak Ukraina baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas transportasi Rusia sehingga semakin menekan pasar energi.

"Kami bilang, 'Anda boleh melakukan apa saja terhadap Rusia, tapi jangan serang kilang-kilang minyaknya', karena hal itu menimbulkan masalah bagi dunia," ujar Trump.

"Dia sebenarnya bisa saja membuat banyak kesepakatan, namun entah mengapa, dia tidak pernah melakukannya."

Reaksi Zelensky

Utusan Putin, Kirill Dmitriev, menyebut intervensi Trump sebagai sesuatu yang 'ikonik dan bersejarah'. Dia mengatakan Ukraina 'membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar berfokus pada perdamaian'.

Zelensky bereaksi dengan mengatakan bahwa hal itu akan memungkinkan Moskow menggalang dana baru untuk memperoleh peralatan militer guna melanjutkan perang.

Dia juga menuduh Moskow menganggap kesepakatan tersebut sebagai tanda bahwa mereka 'bisa terus berperang dan terus menjatuhkan bom ke kota-kota' menyusul serangan mematikan baru di Zaporizhzhia.

Trump Minta Zelensky Mundur

Kritik Zelensky itu langsung direspons Trump. Trump meresponsnya dengan harapan Ukraina memiliki presiden baru.

"Sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru," kata Trump di luar Gedung Putih, Sabtu (10/10).

Trump kemudian mengatakan Zelensky 'ingin menciptakan masalah bagi dunia' dengan terus mengizinkan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Dia mendesak Zelensky berhenti dari jabatan Presiden Ukraina.

"Dia sebaiknya benar-benar berhenti," ujar Trump.

Halaman 2 dari 3
(rdp/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini