Tapi pandangan mantan Kapuspenkum Kejagung ini kini berubah. Soehandojo tak lagi malu bila harus memakai seragam Hanura. Ia nyaman-nyaman saja memakai seragam partainya.
"Tidak norak lagi kok. Bahkan saat saya jalan-jalan ke pasar, orang-orang pada minta kaos Hanura," kata Soehandojo di sela-sela Rakornas Hanura di Menara Gracia, Kuningan, Jaksel kepada detikcom, Selasa (6/1/2009).
Selain modal percaya diri, Soehandojo juga punya jurus untuk kampanye nanti. Ia siap bernyanyi dan berpantun. Nyanyi sudah menjadi hobi dan cara Soehandojo mengatasi penat.
"Saya dan istri senang menyanyi. Kalau saya kangen dengan cucu, saya akan kumpul-kumpul dan mengundang organ tunggal untuk menyanyi bersama," kata Soehandojo
Mantan Kapuspenkum Kejagung ini rupanya fans berat Broery Marantika. Setiap menyanyi, tidak lupa selalu mendendangkan lagu 'Juwita' yang dipopulerkan Broery.
"Kalau istri saya sukanya dangdut," kata pria kelahiran 20 November 1945 ini.
(van/nrl)











































