Assegaf yang tengah bersiap-siap mudik ke Solo ini pun berbagi cerita kenangan mudik yang dialaminya kepada detikcom, Minggu (28/9/2008).
"Saya salat Id di masjid sewaktu masa kecil dulu. Setelah salat Id tidak langsung pulang. Saya bertemu teman-teman sepermainan dan satu sekolah dengan perbedaan nasibnya masing-masing. Seru sekali," kata Assegaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu saya masih bujang dan bekerja di LBH. Mulai berdesakan naik kereta api, bus, mobil pinjaman, semua pernah saya alami. Alhamdulillah, saya kini bisa membeli tiket pesawat," kata Assegaf.
"Saya juga pernah naik mobil tidak bergerak selama 3 jam. Sampai-sampai dikirim heli dari kepolisian untuk memecah kemacetan waktu itu. Saya juga pernah naik bus Jakarta-Solo 20 jam. Kalau normal cuma 10 jam. Tetapi enjoy saja," lanjut dia.
Meski mudik Lebaran, Assegaf masih disibukkan oleh pekerjaannya. "Saya bawa laptop untuk nyicil pekerjaan. Kalau tidak, saya akan kehabisan waktu sebab banyak ide-ide yang harus dituangkan dalam tulisan," ujar pengacara mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah ini.
(aan/iy)











































