"Dari dulu gue senang banget sama bakso. Bagi gue makan bakso udah bisa gantiin makan nasi," kata Jumhur sambil tertawa kepada detikcom, di Semarang, Minggu (14/9/2008).
Jumhur mengaku kalau sudah makan bakso tidak cukup kalau cuma satu mangkok. "Bisa nambah 2-3 kali," ujar mantan demonstran ITB ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasa bakso di mall sama semua, gue lebih suka bakso kampung rasanya sedap," ucap pria kelahiran Bandung 18 Februari 1968 ini.
Kalau ada waktu, Jumhur sering menyantap bakso bersama keluarga di kawasan Jakarta Selatan.
"Gue suka ajak anak istri untuk makan bakso, kalau sama keluarga biasanya gue makan bakso Kumis di Blok S sama bakso Lapangan Tembak," kata suami Alia Febyani Prabandari ini.
Ketika dulu ada isu mengenai zat kimia dan daging tikus yang terkandung di dalam daging bakso, Jumhur merasa tidak terpengaruh.
"Gue tetap makan bakso. Sama aja rasanya tetap nikmat," pungkas mantan Sekjen Partai Daulat Rakyat (PDR) ini.
(did/nrl)











































