Apakah Black Campaign Efektif? Ini Hasil Survei Charta Politika

Apakah Black Campaign Efektif? Ini Hasil Survei Charta Politika

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 15:19 WIB
Apakah Black Campaign Efektif? Ini Hasil Survei Charta Politika
Jakarta - Lembaga survei Charta Politika Indonesia melakukan riset seputar pengaruh black campaign terhadap elektabilitas capres. Apakah black campaign sukses men-downgrade elektabilitas Prabowo dan Jokowi?

"24,5% responden menyatakan kampanye negatif yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-JK bisa mempengaruhi pilihannya dan menyatakan tidak terpengaruh sebesar 53,7%. Sementara hanya 18,3% yang terpengaruh dengan isu miring dan kampanye negatif yang dialamatkan kepada pasangan Prabowo-Hatta, dan yang mengaku tidak terpengaruh sebesar 73%," kata Direktur Utama Charta Politika, Yunarto Wijaya, dalam rilis survei di Hotel Sofyan Betawi, Jl Cut Mutia No 09, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2014).

Charta Politika Indonesia melaksanakan survei opini publik skala nasional ini pada 3-6 Juli 2014 melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilu atau telah berusia 17 tahun ke atas ketika survei dilakukan. Jumlah sampel pada survei ini sebesar 1.200 responden dengan margin error (MoE) sebesar +/- 2.83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut hasil survei Charta politik terkait black campaign terhadap Prabowo dan Jokowi:

Isu-isu, kampanye negatif dan kampanye hitam terhadap Joko Widodo:

1. Non muslim: 52,20% tahu; 40,10% tidak tahu; 15,3% percaya; 56,2% tidak percaya
2. Didanai pengusaha Tiongkok: 45,50% tahu; 45,20% tidak tahu; 17,2% percaya; 50,8% tidak percaya
3. Korupsi Transjakarta: 35,20% tahu; 58,50% tidak tahu; 12,8% percaya; 57,5% tidak percaya
4. Capres boneka: 46,30% tahu; 48,40% tidak tahu; 16,5% percaya; 53,2% tidak percaya

Isu-isu, kampanye negatif dan kampanye hitam terhadap Prabowo Subianto:

1. Terlibat penculikan aktivis: 38,4% tahu; 50,3% tidak tahu; 15,3% percaya; 59,7% tidak percaya
2. Keluarga beda agama: 13,5% tahu; 75,8% tidak tahu; 15,2% percaya; 5,2% tidak percaya
3. Politik transaksional: 17,8% tahu; 72,3% tidak tahu; 10,4% percaya, 52,6% tidak percaya
4. Perusahaanya nunggak gaji karyawan: 14,5% tahu; 75,8% tidak tahu; 5,2% percaya; 65,1% tidak percaya
5. Cerai dengan Titiek Soeharto: 45,6%tahu; 4,9% tidak tahu; 76,3%percaya; 20,6% tidak percaya

(van/nrl)


Berita Terkait