Survei LSI: Kampanye Negatif Pengaruhi 30% Pemilih

Survei LSI: Kampanye Negatif Pengaruhi 30% Pemilih

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 17:50 WIB
Survei LSI: Kampanye Negatif Pengaruhi 30% Pemilih
Jakarta - Serangan kampanye negatif (negative campaign) makin marak dilakukan kedua kubu pasangan capres kepada lawannya masing-masing. Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI), serangan kampanye negatif dapat mempengaruhi pemilih sangat signifikan.

"Yang kemarin kita gali, kampanye negatif mempengaruhi sekitar 30% pemilih. Tapi kita belum tahu 30% itu akan beralih ke pasangan lain atau golput," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam jumpa pers hasil survei nasional LSI 'Pertarungan Wilayah Strategis dan Efek Cawapres' di kantor LSI, Jl Pemuda No 70, Rawamangun, Jaktim, Rabu (4/6/2014).

Rully mengatakan, hasil survei yang dilakukannya menunjukkan rata-rata pemilih yang belum menentukan jawabannya sebesar 30-35%. Menurut dia, untuk konteks pilpres faktor kombinasi pasangan capres lebih menentukan daripada personal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin Jokowi bisa menambah di daerah barat, begitu juga sebaliknya. Prabowo bisa jadi merusak suara JK di wilayah timur karena sosok Prabowo sendiri. Penelitian kami sebelumnya menunjukkan pemilih masih melihat dominasi sosok figur ketimbang program atau visi misinya," kata dia.

Rully juga menjelaskan surveinya dibagi kepada tiga bagian, yaitu barat (Sumatera), tengah (Jawa, Bali dan NTB), dan Timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua). Secara nasional, populasi penduduk Indonesia di Barat sebesar 21,3%, Tengah 61%, dan Timur 17,7%.

Hasil survei menunjukkan elektabilitas capres Prabowo Subianto di barat mencapai 21,70%, tengah (25,76%), dan timur (21%). Setelah dipasangkan dengan Hatta Rajasa, elektabilitas Prabowo-Hatta di barat mencapai 24,61%, tengah (25,92%), dan timur 15,33%).

Sementara elektabilitas capres Jokowi di barat sebesar 36,12%, tengah (34,30%), dan timur (37,66%). Setelah dipasangkan dengan JK, elektabilitas Jokowi-JK di barat sebesar 32,97%, tengah (34,23%), dan timur 42,35%).

Namun jika dikalkulasi ketiga bagian wilayah itu, Rully menuturkan Jokowi-JK masih unggul dibandingkan Prabowo-Hatta. Di tiga Wilayah Indonesia, Jokowi-JK unggul sementara. Berikut selengkapnya:

[1] Jokowi-JK, [2] Prabowo-Hatta, [3] Belum memutuskan/Rahasia

Wilayah Barat: [1] 32,97% ; [2] 24,61% ; [3] 42.42%
Wilayah Tengah: [1] 34,23% ; [2] 25,92% ; [3] 39,85%
Wilayah Timur: [1] 42,35% ; [2] 15,33% ; [3] 42,32%

Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metodologi multistage random sampling. Responden survei sebanyak 2.400 orang dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuisioner. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui FGD,in depth interview dan media analisis. Margin of error survei sebesar 2,0%

Survei dilakukan di 7 provinsi terbesar. Populasi pemilih di 7 provinsi mencapai 70% dari total pemilih nasional.

(rmd/erd)


Berita Terkait