Terdiskualifikasi Program IELSP karena Pernah ke Luar Negeri

Suara Pembaca

Terdiskualifikasi Program IELSP karena Pernah ke Luar Negeri

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 11:34 WIB
Terdiskualifikasi Program IELSP karena Pernah ke Luar Negeri
Keluhan
Pada pertengahan bulan September 2007, saya mendapat sebuah email dari mailing list komunitas mahasiswa Psikologi UI angkatan 2005, tempat saya berkuliah. Berisi sebuah pengumuman program belajar Bahasa Inggris di Amerika selama 8 (delapan) minggu. Tertarik, saya pun segera membuka website resmi program IELSP (Indonesia English Language Study Program) tersebut di http://www.iief.or.id/scholarship.php?id_scholarship=28& dan dihttp://www.iie.org/ielsp. Merasa memenuhi kriteria, saya pun segera mengisi formulir dan melengkapi semua persyaratan yang ada, termasuk mengambil tes ITP TOEFL dan meminta surat rekomendasi kepada dekan dan wakil dekan.Setelah menanti sekian lama, karena saya tidak kunjung mendapat kabar, saya pun kembali menghubungi pihak IIEF (The Indonesian International Education Foundation), selaku pihak di Indonesia yang dipercaya oleh IIE (Institute of International Education), penyelenggara program IELSP yang berbasis di New York, Amerika Serikat.Menurut Ratna, penanggung jawab program IELSP di IIEF, saya tidak dipanggil wawancara karena saya pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sebelumnya. Saya terkejut. Bukan hanya karena syarat tersebut memang tidak ada di website, namun perjalanan saya ke luar negeri adalah untuk memenuhi undangan KBRI Maroko untuk menjadi penari tradisional pada resepsi peringatan HUT Indonesia ke-58 pada tahun 2003. Ratna tetap berkeras bahwa kunjungan saya ke luar negeri atas biaya sendiri (meskipun akhirnya saya mendapat ganti rugi uang perjalanan dari KBRI), telah membuat saya terdiskualifikasi dari penyeleksian peserta IELSP. Ratna juga berkeras kalau syarat tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri tersebut ada di poster (yang tidak pernah saya lihat wujud tercetaknya). Masih penasaran, saya pun kembali membuka website dan mencari poster IELSP di internet. Dan ternyata, saya menemukan sebuah butir persyaratan berbunyi, "have had no prior study in the United States or elsewhere outside of Indonesia" yang apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti, "belum pernah MENGENYAM PENDIDIKAN di Amerika Serikat maupun negara lain di luar Indonesia". Saya sungguh kecewa. Rupanya, poin inilah yang dengan semena-menanya disalahartikan oleh pihak IIEF sebagai "tidak pernah pergi ke luar negeri". Kesalahan seperti ini bukan hanya menjadi suatu tolak ukur ketidakprofesionalan IIEF. Namun, juga telah merugikan saya dan banyak pelamar lainnya secara materi (uang untuk pengambilan tes TOEFL, men-download aplikasi, dll.), waktu, tenaga, dan yang paling mengecewakan secara psikologis, di mana mental kami dihempaskan dengan cara yang sangat tidak adil. Saya harap pihak IIEF dapat mempertanggungjawabkan hal ini. Terima kasih.Azalia Primadita MuchransyahMahasiswa S1 Fakultas Psikologi Universitas IndonesiaBukit Cimanggu Villa blok M3 No 7-8 Bogornuts_gal@yahoo.com08121105586

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads