airasia Sebuah Dilema

Suara Pembaca

airasia Sebuah Dilema

- detikNews
Senin, 30 Jul 2007 15:09 WIB
airasia Sebuah Dilema
Keluhan
Membaca surat pembaca di detikcom membuat saya tergelitik untuk urun rembug mengenai airasia. Saya awalnya sangat senang dengan adanya budget airlines di Asia (Indonesia-Malaysia-Thailand). Saya pelanggan salah satu budget airlines di Eropa. Dan selama ini saya senang dengan pelayanan mereka. Begitu juga awal-awal airasia beroperasi di Indonesia. Sayangnga di Bulan Juni tahun ini, saya sangat kecewa dengan airasia. Saya tiba dari Dubai dengan Emirat di Kuala Lumpur. Saya tahu, saya tidak akan bisa mengikuti jadwal check in paling lambat 30 menit dari yang di tentukan. Berhubung pesawat yang saya tumpanghi terlambat dan diperparah dengan jarak yang jauh antara KLIA dan LCC tempat airasia, saya terlambat di kounter check in. Saya meminta tolong dengan sangat agar saya bisa check in ke denpasar. Salah satu penjaga berkata, "sorry it is our policy that we have to be on time". Padahal saat itu saya terlambat sekitar 10 menit dari batas check in. Akhirnya saya harus menginap di hotel transit di KLIA. Saya pikir masalah dengan airasia akan selesai. Akhir Juni saya balik ke Kuala Lumpur sesuai skedul dan mendapati kalau airasia delayed dan ETA di Kuala Lumpur dari Denpasar pukul 1 dini hari. Sementara flight saya ke Dubai pukul 1 kurang 5 menit. Jadi biar bagaimana pun saya sudah terlambat sekali untuk mengejar Emirat. Dengan gampangnya mereka bilang, "Pak kan enak liburannya nambah di Bali". Masalahnaya bukan apakah saya senggang di Bali atau tidak. Tetapi saya harus balik ke tempat kerja saya di Khartoum. Sementara saat itu pada tanggal tersebut saja saya bisa dapat tiket Dubai-Khartoum. Akhirnya saya postponed beberapa hari. Risiko dari ini saya harus membeli tiket baru lagi dari Dubai ke Khartoum melalui Kenya, karena tidak ada seat lagi ke Khartoum. Bagaimana dong dengan policy on time-nya airasia. Saya mengerti jika keterlambatan bisa terjadi dengan carier apa saja. Tetapi, janganlah arogan seperti itu. Kita para penumpang juga butuh nyaman berapa pun yang kita bayar. Ryan Air di Eropa malah berani mengembalikan uang tiket jika pesawatnya delayed atau tidak sesuai skedul.Tentu saja tidak harus seperti itu. airasia mestinya juga memberikan rasa aman dan nyaman. Jangan hanya berdalih untuk keselamatan tetapi tidak kenyamanan. Policy yang diberlakukan oleh airasia selama ini sebenarnya sangatlah sepihak. Tetapi balik lagi, apalah daya kita. Kita mau transport yang murah tetapi malah jatuhnya menjadi mahalWijayaUNMIS Khartoum Khartoumwijaya.nks@gmail.com+62811388681

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait