Taman Safari Bikin Kecewa

Suara Pembaca

Taman Safari Bikin Kecewa

- detikNews
Rabu, 13 Jun 2007 06:51 WIB
Taman Safari Bikin Kecewa
Keluhan
Sejak Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor (TSICB) dibuka, saya tertarik untuk dapat mengunjungi objek wisata alam ini. Namun baru pada akhir Mei 2007 ini saya dan keluarga bisa menikmati fasilitas dan layanan TSICB. Sebelum itu, saya mencoba mencari informasi mengenai fasilitas yang ada di TSICB, khususnya masalah akomodasi, karena kami sekeluarga berasal dari Bandung. Membaca website yang disediakan oleh TSICB, saya tertarik untuk mencoba fasilitas akomodasi di caravan camping ground. Lokasi yang sangat dekat (di dalam TSICB) memungkinkan kami dapat mengeksplorasi seluruh fasilitas di TSICB. Salah satu website (blog) yang saya temui di internet menyatakan bahwa jumlah fasilitas dan acara yang banyak di TSI membutuhkan waktu setidaknya 3 hari untuk mencoba seluruhnya. Juga dikatakan di blog tersebut, bahwa akomodasi caravan camping ground di TSICB sangat bagus, nyaman dan bersih. Penulis blog tersebut adalah WNA asal Amerika dan Eropa, dan saya juga telah banyak mendapatkan informasi tentang hal ini dari teman-teman asing dan Indonesia saya yang mengunjungi Indonesia saat saya dan keluarga masih tinggal di Belanda. Karena penilaian yang independen dan obyektif ini jugalah yang membuat saya memutuskan memilih salah satu wahana penginapan di Caravan Camping Ground TSICB, yaitu di wahana Badak Suite, yang berupa caravan dengan bentuk luar seperti seekor Badak. Setelah memesan melalui telepon, kami datang pada sore hari dan langsung menempati wahana tersebut. Sekilas fasilitas di dalam wahana itu cukup memadai dengan harga yang Rp 440 ribu (termasuk pajak) pada saat malam menjelang hari libur, 31 Mei 2007. Saya beserta istri dan kedua anak kami yang masih balita, 3,5 tahun dan 1 tahun sangat menikmati jam-jam pertama di wahana tersebut.Namun, setelah 3 jam berada di dalam wahana itu, beberapa masalah mulai kami hadapi. Di mulai dari seprai dan tempat tidur yang berdebu, sangat mengganggu kami yang sangat alergi debu. Secara kasat mata, tempat tidur sangat rapi tertata, tetapi debu yang ada di seprai, selimut, bantal, sangat mengganggu saya dan istri saya beserta anak-anak kami. Akibatnya terpaksa kami tidur dengan menutup hidung menggunakan tissue, untuk menyaring udara yang sangat berdebu itu.Lalu, pada tengah malam, masalah utama mulai muncul. Kecoa muncul di setiap pojok kamar di wahana itu, mulai dari kamar mandi sampai di ruang tidur, sekitar 5 ekor saya bantai dengan sandal, sedang sisanya masih banyak tersembunyi di bawah tempat tidur dan lemari tempat TV. Suara-suara kaki mereka yang merayap dapat sangat terdengar di malam yang sangat sunyi di tepi hutan TSICB. Akhirnya saya terpaksa meminta personel TSICB untuk mengirimkan pembasmi serangga, yang saya semprotkan di setiap pojok ruangan wahana. Akibatnya lagi, kami sekeluarga terpaksa tidur dalam udara yang pengap dengan bau obat serangga. Tentu hal ini berbahaya bagi anak-anak kami, namun terpaksa kami lakukan karena bila tidak, berarti kami harus tidur bersama kecoa atau terpaksa menginap di dalam mobil kami.Akibat dari semua gangguan itu, kami tidak dapat bangun pagi keesokan harinya. Masalah terakhir yang luar biasa adalah tidak berfungsinya water heater di pagi yang cukup dingin itu. Setelah saya telepon kembali personel TSICB, water heater kembali dinyalakan dan dikatakan bahwa akibat angin, maka water heater bertenaga LPG itu mati. Aneh? Tapi nyata!Akhirnya, dengan tubuh lelah akibat kurang tidur, kami kurang dapat menikmati acara hari berikutnya, hanya sedikit fasilitas yang kami gunakan, dan terpaksa pulang karena anak-anak kami mulai letih, apalagi cuaca saat itu hujan sangat deras. Setelah pulang dari TSICB sampai 2 minggu kemudian (saat saya menulis kisah ini) saya sekeluarga masih mengalami pilek luar biasa akibat harus menghirup debu dan asap obat nyamuk aerosol saat kami menginap di wahana caravan camping ground di TSICB. Suatu pengorbanan yang luar biasa demi untuk menikmati TSICB. Saya akan mengkoreksi berita yang ada di blog-blog tersebut juga memberitahu teman-teman saya di luar negeri juga di dalam negeri agar berhati-hati bila memutuskan untuk menggunakan fasilitas akomodasi di caravan camping ground TSICB. Informasi yang ada di internet seperti kontradiktif, sehingga perlu diluruskan agar kejadian seperti yang saya alami tidak terjadi lagi kepada orang lain. Bila korban berikutnya adalah WNI, mungkin masih bisa maklum, tetapi bila WNA, tentu saya akan sangat malu karena kontradiksi informasi tersebut.Mohon pihak manajemen TSICB memperbaiki kualitas mutu pelayanan di Caravan Camping Ground. Bukan caravan yang mahal, tetapi fasilitas yang memuaskan, menyenangkan dan bersih, itu yang sangat diinginkan oleh konsumen akomodasi Anda.Alexander Priyo Pratomo12th Floor Jl. Asia Afrika 57 - 59 Bandung Email    : alexppratomo_777@yahoo.com__________________________________________

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(ana/ana)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads