Keluhan
Pelarangan tayangan Samck Down yang pernah membuat korban berjatuhan sudah menghilang tertelan waktu. Namun, korban pun kembali muncul. Kali ini jelas bukan karena Smack Down di TV melainkan Smack Down di dalam institut Indonesia yang melarang penayangan acara tersebut.Bayangkan kita melarang tapi pula menutupi Smack Down di IPDN. Pribahasa mengatakan: Telan ludah sendiri. Bayangkan menelan ludah sendiri apa enaknya. Pemerintah baru turut campur ketika korban telah terluka atau meninggal dunia.Kalaupun Pemerintah ingin membangun negara yang berkembang apakah harus denga membangun institut Smack Down. Untuk menjadikan lulusannya sebagai pegawai negeri, mengapa mesti harus ada latihan yang sangat tidak masuk akal: kekerasan yang kemudian berujung pada kematian.Padahal di sekolah militer yang juga keras, tidak pernah terdengar ada cerita yang sampai menyebabkan kematian. Mau ditaruh di mana muka kita di mata dunia sebagai warga Indonesia.Firdaus HaikalEmail: firdaushaikal@yahoo.com______________________________ Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(ana/ana)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































