Keluhan
Saya adalah pelanggan setia Mentari sejak 1999 hingga sekarang. Pada bulan Maret 2004, teman kerja saya menawarkan program baru Indosat yaitu Matrix Mitra 7, dengan fasilitas bebas abonemen 1 tahun dan tarif flat GPRS 25 ribu/bulan selama 1 tahun. Perjanjian ini telah ditandatangani teman kerja saya dan pihak Indosat (Satelindo Direct Cabang Pemuda - Jaktim). Pada awalnya tidak ada masalah yang berarti, fasilitas GPRS-nya pun cukup lumayan cepat (meski kadang-kadang lemot juga). Masalah -- yang seharusnya tidak terjadi apabila perwakilan Satelindo Direct Cabang Pemuda - Jaktim berkoordinasi dengan Indosat pusat -- mulai timbul ketika Matrix membuka program baru yaitu bebas abonemen atau roaming nasional (bulan September 2004), dengan tarif GPRS dihitung per kb. Seharusnya program Mitra 7 yang sudah berjalan jauh sebelum program baru Matrix bulan September tersebut tetap berjalan sampai Maret 2005 (dengan asumsi tarif GPRS tetap flat Rp 25 ribu/bulan) sehingga saya dan teman-teman sekerja tetap menggunakan fasilitas internet via GPRS. Ternyata tanpa pemberitahuan secara khusus, pada bulan November, tagihan Matrix saya dan teman-teman membengkak secara fantastis sampai jutaan rupiah arena tarif internet via GPRS sudah dihitung per kb. Hal ini sangat mengecewakan kami sebagai pelanggan setia, yang sebelumnya tak pernah terlambat membayar tagihan bulanan. Teman saya selaku koordinator yang menandatangani surat perjanjian telah bolak-balik ke Satelindo Direct Cabang Pemuda - Jaktim untuk meng-clear-kan masalah ini. Namun sampai dengan bulan Mei ini ternyata tidak ada keputusan yang jelas tentang masalah ini, sementara kartu Matrix kami telah diblokir. Ini membuktikan bahwa antara Satelindo Direct Cabang Pemuda - Jaktim dan Indosat pusat tidak ada koordinasi yang baik dan sangat menjebak pelanggan. Padahal apabila masalah tagihan GPRS yang bikin membengkak itu dihapuskan, kami tidak keberatan untuk membayar tagihan pulsa telepon yang telah kami pakai. Namun karena masalah ini berlarut-larut dan kartu Matrix kami bahkan tidak bisa dipakai lagi, tentu saja kami tidak akan mau membayar sepeser pun untuk pelayanan yang jelek ini. Kepada para pembaca yang peduli dengan service para provider ponsel, berhati-hatilah dalam mengikuti berbagai program yang 'katanya menarik'. Pastikan semua perjanjian secara tertulis agar Anda bisa menuntutnya apabila ada masalah di kemudian hari.Kantor Pusat Bea Cukai Jl. Jend. A. Yani (bypass) Rawamangun Jaktim Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































