Macet Jakarta, Angkutan Massal, dan Gedung 'Baru' DPR

Suara Pembaca

Macet Jakarta, Angkutan Massal, dan Gedung 'Baru' DPR

- detikNews
Selasa, 17 Agu 2010 15:28 WIB
Macet Jakarta, Angkutan Massal, dan Gedung Baru DPR
Keluhan
Sungguh bosan menyadari dan mengalami kemacetan Jakarta yang makin menjadi-jadi. Minggu lalu kemacetan menjadi topik paling tren di detik.com. Tapi, sesudahnya menjadi angat-angat tahi ayam. Mengapa pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah yang satu ini sejak puluhan tahun lalu.

Seharusnya dipikirkan bahwa kota besar itu butuh angkutan massal kereta api cepat (MRT/ Subway) dan bukan pemakaian kendaraan pribadi massal. Kemudian layak dipikirkan bus/ angkutan 'dinasionalisasi' sehingga supir bus/ angkutan menerima gaji dan bukan mengejar setoran. Tentu saja bus/ angkutan tidak akan brutal seperti sekarang ini.Β 

Apakah tidak bisa mencontoh kota besar di negara lain? Mungkin yang selalu dikeluhkan pemerintah adalah kemampuan modal untuk mewujudkan angkutan massal. Namun, di sisi lain membangun gedung DPR yang 'baru' sangat mubazir. Aneh bukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayangkan berapa juta liter bahan bakar terbuang percuma dengan penyakit kemacetan ini. Belum polusinya yang akibatnya pemerintah menjerit subsidi BBM memberatkan APBN. Padahal, akar permasalahan hanyalah belum adanya sarana angkutan massal.

Belakangan muncul peraturan pembatasan pemakaian sepeda motor di Jakarta. Membludaknya pemakaian sepeda motor seharusnya disadari karena buruknya keadaan angkutan massal di Jakarta. Bosan dan lelah

Rusli
Jakarta
rusli_jktbrt@yahoo.com
98775118




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads