Salah satu peserta UTBK Andika Septriawan mengaku baru mengikuti rapid test di salah satu lab di Surabaya pagi ini. Beruntung, hasilnya keluar sebelum ujian dimulai.
"Memang kemarin sudah cari info. Dan di salah satu lab ada yang bisa langsung keluar. Kemarin sebenarnya cari di rumah sakit, tapi keluarnya rata-rata baru siang ini," kata Andika kepada detikcom, Minggu (5/7/2020).
Andika mengungkapkan diriya bukan peserta pemegang KIP, sehingga harus rapid test secara mandiri. Ia tidak keberatan mengeluarkan biaya sendiri, asal haknya untuk mengikuti UTBK bisa dilakoni.
"Kalau masalah biaya gak seberapa besar. Cuma Rp 400 ribu. Tapi ribetnya itu, cari tempat testnya. Harus dilakukan, kalau gak bisa, gak ikut tes saya, wong syarat mutlak," terangnya.
Sementara salah satu peserta lain, Daniel mengatakan ia sudah rapid test sejak 10 hari lalu. Ia tidak perlu rapid tes lagi karena berlaku 14 hari.
"Kebetulan sebelum pengumuman harus pakai rapid test aku sudah tes. Sejak 10 hari lalu rapid, untungnya tes hari pertama, jadi masih berlaku," ujarnya.
Di ITS sendiri ada 3 titik rapid test untuk para peserta khususnya pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). Titik pertama disediakan Pemkot untuk peserta asal Surabaya pemegang KIP.
Lalu titik kedua disediakan Pemprov Jatim kepada peserta asal Jatim di luar Kota Surabaya dan memegang KIP. Yang terakhir Medical Centre milik ITS. Di sini, peserta yang tidak memegang KIP bisa tes mandiri dengan membayar Rp 275 ribu.
Tonton juga video 'Daftar UTBK, Ratusan Calon Mahasiswa di Kendari Ikut Rapid Test Covid-19':
(iwd/iwd)