Plot Serangan Tahun Baru di Rusia Digagalkan, Putin Berterima Kasih ke Trump

Plot Serangan Tahun Baru di Rusia Digagalkan, Putin Berterima Kasih ke Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 14:48 WIB
Plot Serangan Tahun Baru di Rusia Digagalkan, Putin Berterima Kasih ke Trump
Trump dan Putin saat bertemu di Helsinki, Finlandia, pada Juli lalu (REUTERS/Kevin Lamarque)
Moskow - Otoritas Rusia menahan dua pria yang diduga tengah merencanakan serangan saat perayaan Tahun Baru di kota Saint Petersburg. Kedua pria itu juga disebut telah menyatakan sumpah setia terhadap kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/12/2019), dinas keamanan Rusia, FSB, mengumumkan penahanan kedua pria itu via situs resminya. Disebutkan bahwa kedua pria itu ditahan sejak Jumat (27/12) lalu berdasarkan informasi yang diberikan oleh 'mitra-mitra Amerika'.

Menurut FSB dalam pernyataannya, kedua pria itu telah mengakui bahwa mereka merencanakan serangan untuk perayaan Tahun Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Minggu (29/12) waktu setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, atas informasi intelijen yang membantu menggagalkan rencana serangan tersebut.

"Terima kasih untuk transfer informasi, melalui dinas khusus, yang memampukan pencegahan aksi teroris di Rusia," demikian pernyataan Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia soal ucapan terima kasih untuk bantuan informasi intelijen dari AS.

Dua pria yang ditahan itu merupakan warga negara Rusia, yang diidentifikasi sebagai Nikita Semyonov (22) dan Georgiy Chernyshov (23). Keduanya dihadirkan dalam persidangan yang digelar tertutup di Saint Petersburg pada Senin (30/12) waktu setempat, dengan hakim memerintahkan bahwa keduanya akan ditahan selama penyelidikan berlangsung.

Laporan media lokal Fontanka, yang mengutip sumber FSB, menyebutkan bahwa kedua pria itu merencanakan serangan di sebuah pusat perbelanjaan dan sebuah gereja katedral yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Disebutkan juga bahwa keduanya telah mengirimkan sejumlah foto kepada ISIS untuk mengonfirmasi target-target.

Sebuah video yang dirilis FSB menunjukkan momen penangkapan kedua pria itu dan saat penggerebekan dilakukan terhadap apartemen mereka. Sejumlah amunisi, pisau, kabel listrik dan pakaian serba hitam ditemukan dalam penggerebekan itu.


Video lainnya yang dirilis FSB kepada kantor berita Rusia menunjukkan salah satu tersangka, dengan wajah ditutupi masker, sedang menyatakan sumpah setia terhadap ISIS dalam bahasa Arab.

Meskipun Rusia dan AS seringkali berbeda pendapat dalam banyak isu, kedua negara sama-sama menekankan tekad kuat untuk memerangi terorisme.
Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads