Pantauan detikcom, tanah terbelah menyebabkan lubang dengan kedalaman mencapai 10 meter. Selain itu, pada beberapa titik tanah sudah turun hingga puluhan meter.
Lokasi tanah terbelah berada di sebuah ladang yang jauh dari sungai maupun lembah dan bukit. Ladang itu sendiri berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga. Namun di sekitar lokasi terdapat sebuah rumah dan kandang sapi. Rumah tersebut mengalami keretakan cukup besar.
"Tanah mulai tampak retak sejak hujan kedua 19 November lalu dan terus membesar. Satu rumah dan kandang juga ikut retak," kata Tomi, perangkat desa setempat, kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).
Warga lainnya juga mengaku khawatir kondisinya akan semakin buruk. Perangkat desa setempat kemudian melaporkannya ke pihak kecamatan.
"Kami sudah sampaikan ke Pak Camat," imbuh Tomi.
![]() |
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan tanah yang terbelah merupakan jalur air. Diduga karena sering dilewati air bertahun-tahun, tanah akhirnya terbelah.
"Ceritanya di situ nggak ada saluran pembuangan, akhirnya sekian lama air lewat situ sehingga tanah tergerus. Karena sering kelewatan air jadi retak," kata Bakti.
Pihaknya meminta warga sekitar lebih waspada karena kemungkinan terburuk tanah tersebut ambles. "Pemilik rumah yang retak kami sarankan pindah. Kalau bisa pindah, untuk berjaga-jaga," pungkas Bakti. (fat/iwd)