Kedua bikers yang terluka yaitu Sulistiawati Rahayu (25), warga Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya dan Imam Sulhaji (45), asal Desa Wringin Pitu, Kecamatan Mojowarno, Jombang.
Warga Dusun/Desa Mlirip Ikhsan (50) mengatakan, kedua bikers itu melintas dari arah Surabaya menuju ke Jombang di tengah hujan deras dan angin kencang. Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor Honda BeAT putih nopol S 2546 UC.
Sampai di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, mereka tertimpa pohon jenis Sono yang tumbang akibat diterjang angin kencang. Pohon setinggi 10 meter itu tumbang hingga menutup Jalan Raya Desa Mlirip. Seketika kedua bikers itu terjatuh bersama sepeda motornya.
Baca juga: Hujan Es Landa 5 Desa di Kabupaten Mojokerto |
"Saat kejadian angin sangat kencang hingga menumbangkan pohon sono di tepi jalan dan menimpa korban yang sedang melintas," kata Ikhsan kepada wartawan di lokasi, Selasa (3/12/2019).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini menjelaskan, pohon tersebut tumbang akibat diterjang angin kencang. Menurut dia, saat kejadian kecepatan angin mencapai 20 knot atau 40 Km/Jam.
"Kedua korban luka sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Gatoel," terangnya.
Akibat insiden ini, tambah Zaini, Rahayu mengalami patah tulang pinggul. Sementara Imam menderita memar di bagian dada.
"Korban pria (Imam) sudah dibolehkan pulang karena memar di dada. Kalau korban perempuan (Rahayu) dirawat inap," tandasnya.
Pohon Sono yang tumbang sempat menutup sebagian Jalan Raya Desa Mlirip. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto telah mengevakuasi pohon tersebut setelah dipotong menggunakan gergaji mesin. (iwd/iwd)