Ngerinya Hujan Disertai Angin Kencang yang Landa Mojokerto

Ngerinya Hujan Disertai Angin Kencang yang Landa Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 18:59 WIB
Angin kencang membuat ambruk rumah warga (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Hujan disertai angin kencang menyapu dua desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya merusak fasilitas umum, angin kencang juga membuat dua rumah warga ambruk.

Pantauan detikcom di Desa Mojogebang, dampak angin kencang paling terlihat di Dusun Dempul Lor. Salah satunya di kantor Desa Mojogebang, yang berada di dusun ini.

Sebagian genting atap pendapa di kantor desa ini terlihat berjatuhan. Atap asbes musala di kompleks kantor desa juga runtuh sebagian. Lampu penerangan jalan di depan kantor juga roboh. Setidaknya terdapat lima warung warga yang ambruk. Bangunan warung terbuat dari bambu.

Selain itu, atap rumah milik Juwarno di belakang kantor kelurahan terbang diterjang angin kencang. Pepohonan di tepi jalan Desa Mojogebang juga banyak yang tumbang. Sampai pukul 18.30 WIB, listrik di kampung ini masih padam karena banyak kabel yang tertimpa pohon.

Angin kencang membuat ambruk rumah Supeni (50) di tepi jalan raya Desa Mojogebang. Rumah semipermanen ini rata dengan tanah. Tampak pemilik rumah mengais perabotan yang masih bisa digunakan.


Ruang tamu rumah Munawaroh (40) juga lenyap diterjang angin kencang sehingga hanya tersisa lantainya. Kerangka dan atap dari galvalum terbang ke sawah sekitar 100 meter dari rumah korban. Beruntung, Munawaroh bersama anak dan suaminya berhasil kabur mengungsi ke SMKN 1 Kemlagi di seberang rumahnya.

"Saat angin kencang, pemilik rumah lari ke sekolah sambil menggendong anaknya. Suaminya juga keluar dari rumah saat ruang tamunya beterbangan," kata Kiswaji (54), tukang kebun SMKN 1 Kemlagi, kepada detikcom di lokasi, Rabu (27/11/2019).

Hujan disertai angin kencang, lanjut Kiswaji, sempat membuat para siswa SMKN 1 Kemlagi panik. Mereka berlindung di dalam ruang kelas masing-masing sembari melantunkan doa agar angin cepat reda.

"Sepeda motor para siswa di tempat parkir banyak yang roboh. Alhamdulillah, bangunan sekolah tidak ada yang rusak, juga tidak ada yang terluka," ujarnya.


Warga Dempul Lor lainnya, Naim (49), menjelaskan angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Semula hanya hujan intensitas sedang yang mengguyur kampungnya. Sekitar 5 menit kemudian, hujan disertai angin kencang menerjang dari timur ke barat.

"Angin kencang tidak sampai 5 menit, tapi banyak kerusakan yang terjadi," terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menjelaskan informasi sementara yang dia dapatkan, angin kencang juga melanda Desa Mojowiryo di Kecamatan Kemlagi. Hanya, kerusakan yang diakibatkan bencana alam ini masih didata.

"Kami masih melakukan pendataan terhadap dampak angin kencang ini," tandasnya. (iwd/iwd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.