"Sudah padam. Kebakaran di kawasan Tahura sudah padam," kata Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi, Rabu (2/10/2019).
Kebakaran hutan di kawasan konservasi Tahura terjadi di dua lokasi, yakni wilayah Gunung Kembar Satu dan Gunung Kembar Dua.
Kebakaran di Gunung Kembar Satu tepatnya berada lereng timur di wilayah Pasuruan dan Batu, terjadi pada Sabtu (28/9) petang. Kebakaran di lokasi ini bisa dikendalikan dan padam sehari kemudian.
Namun kebakaran kembali terjadi di lokasi lain. Titik api muncul di Gunung Kembar Dua, Minggu (29/9), pukul 09.00 WIB. Lokasi kebakaran di Gunung Kembar Dua masuk wilayah Kota Batu.
Puluhan personel gabungan Pamhut Tahura dan berbagai unsur dikerahkan untuk memadamkan api di Gunung Kembar Dua. Api akhirnya padam.
"Total lahan yang terbakar di Gunung Kembar Satu dan Dua mencapai 100 hektare. Meski api sudah padam, kami tetap waspada karena memang sangat rawan kebakaran," terang Wahyudi.
Kebakaran di Kawasan Perhutani belum padam
Sementara itu, kebakaran hutan di kawasan Perhutani, tepatnya di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, belum bisa dipadamkan. Petugas gabungan masih berusaha mengendalikan kebakaran.
Kebakaran di kawasan Perhutani di Gunung Arjuno-Welirang ini terjadi sejak Minggu (29/9) siang. Kebakaran terjadi di dua titik.
"Ada dua titik (lokasi) kebakaran. Titik pertama sudah bisa dipadamkan. Di titik kedua, yang lokasinya di atas titik pertama, belum padam. Siang masih terus dilakukan pemadaman. Anggota saya juga masih di atas," kata Kapolsek Prigen Iptu Slamet Wahyudi.
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang selalu dilakukan dengan cara gebyok, yakni memukul-mukul api dengan dahan dan ranting kering. Kondisi tersebut karena ketidakadaan air di gunung.
Halaman 2 dari 2











































