"Ada satu tadi, celurit ya yang kita amankan. Belum tahu (asal sekolah), tadi lagi diperiksa," kata Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser di Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/9/2019).
Dia mengatakan para pelajar berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Para pelajar mengaku datang ke Jakarta untuk ikut demo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang terlihat saat ini, kita amankan dan data. Tidak hanya pelajar saja, ada yang sebagian baru lulus, katakan alumni. Dan pengakuan mereka (pelajar), ingin ke Jakarta untuk meramaikan demo," ujar Hendrik.
Sementara itu, Panit Bintibmas Polresta Bogor Kota Ipda Etik Husnaeni mengatakan 255 pelajar bukan jumlah akhir. Petugas masih berjaga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di Bogor.
Dia mengatakan ada 7 pelajar dibawa ke Unit Reskrim untuk dimintai keterangan karena membawa senjata tajam. Satu orang di antaranya bukan berstatus pelajar.
![]() |
"Dari tujuh orang itu, satu orangnya bukan pelajar. Dia rambutnya gondrong tapi pakai seragam. Sekarang sedang diperiksa di atas (Unit Reskrim)," ujar Etik.
Para pelajar akan didata dan dibina sebelum dikembalikan ke orang tuanya. Para pelajar, lanjutnya, bolos sekolah dan mengaku ingin jalan-jalan ke Kota Tua.
"Hanya dibina dan didata. Orangtua dan sekolahnya dipanggil. Alasan mereka (pelajar) itu rata-rata mau main ke Kota Tua, diajak temannya. Mereka (pelajar) ini bolos sekolah," tutur Etik.
Terpantau di Polres Bogor, para pelajar ini dikumpulkan di lapangan. Mereka, dipisah berdasarkan asal sekolahnya.
Seluruh pelajar ini pun diberi makan siang oleh pihak kepolisian. Beberapa petugas mendata dan menanyakan tujuan para pelajar ke Jakarta.
Terlihat pula, sudah banyak orang tua siswa yang datang ke Polres Bogor Kota. Mereka tampak menunggu anaknya yang sedang ditangani petugas.
Halaman 2 dari 2