"Bukan masalah setuju atau tidak setuju ya. Tapi ada mekanismenya ya. Jadi sebab itu, bagian kedua setelah para penentu kebijakannya bicaralah," kata Burhanudin di kantor Bupati, Kompleks Pemerintahan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/8/2019). Burhanuddin ditanya apakah Bupati Bogor Ade Yasin setuju bila sebagian wilayah Pemkab diambil Pemkot Bogor.
"Toh dalam sejarah juga, Kabupaten tidak ada masalah ketika ada 46 desa di Kota Bogor," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan wacana keinginan Pemkot Bogor memperluas wilayah itu ada di level kebijakan, yakni bupati dan wali kota. Karena itu, dia belum mau berbicara banyak. Menurutnya, Pemkab Bogor sedang fokus dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat dan DOB Bogor Timur.
"Saya tidak akan bicara dulu karena itu bukan kebijakan dan porsi sekda. Sekda mah nanti kalau sudah deal-deal-an, administrasinya, gitu. Silakanlah bupati dengan wali kota bicara," ujar Burhanudin.
Mengenai wacana perluasan wilayah ini, katanya, Bupati Bogor Ade Yasin tidak pernah membicarakannya. Burhanuddin mengatakan belum tahu ada rencana pertemuan antara Ade Yasin dan Bima Arya dalam waktu dekat.
"Sampai hari ini belum ada perintah, pembicaraan. Wacana bertemu dalam waktu dekat juga belum ada, belum sampai hari ini," tuturnya.
Bima Arya sebelumnya menyebut kajian perluasan Kota Bogor ini digodok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ada kemungkinan kajian rampung pada akhir tahun ini.
"(Kriteria perluasan wilayah dilakukan) dengan menghitung tren pertumbuhan ekonomi, arus mobilitas penduduk, pertumbuhan penduduk, arus imigrasi. Semuanya kita hitung sama daya dukung wilayah kita saat ini, ketersediaan yang existing itu dihitung semua," katanya.
Rencana perluasan Kota Bogor dengan 'mencaplok' wilayah kabupaten, disebut Bima Arya, sudah lama diwacanakan. Tapi Bima Arya menginstruksikan agar kajian dilakukan lebih dulu sebelum berbicara mengenai wilayah kabupaten yang potensial untuk perluasan Kota Bogor.
"Kebutuhan ini juga untuk memaksimalkan layanan-layanan warga yang dekat, mungkin daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kecamatan-kecamatan (kabupaten), yang kalau masuk kewenangan kita (pemkot) lebih mudah menyinkronkan," ujar Bima Aya. (idh/fdn)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini