"Pengunduran diri Saudara Tauhid mengatasnamakan pengurus Partai sangat tidak tepat. Mengingat Saudara Tauhid bukan lagi sebagai pengurus partai, karena sudah diganti sejak 20 Oktober 2018," kata Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Jumat (5/7/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena alasan kinerja dan kurang memenuhi persyaratan pemenangan," tuturnya.
Penjelasan Rofiq ini merespons pernyataan dari Tauhid sebelumnya. Tauhid menyebut dirinya bersama sejumlah pengurus Perindo Sumbar mundur terkait janji Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo yang tidak ditepati.
"Sebelum Pemilu 2019, saya diminta fokus sebagai caleg untuk mendapatkan kursi di DPR RI. HT (Hary Tanoe) menjanjikan akan membantu alat peraga kampanye dan tim relawan, tapi sampai sekarang tidak terealisasi," kata Tauhid di Padang, Kamis (4/7/2019).
Tauhid menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat. Dalam surat pengunduran diri yang ditandatangani tertanggal 4 Juli 2019 tersebut, Tauhid, hanya memaparkan masalah kesehatan dan bisnis sebagai alasannya mengundurkan diri.
"Berkenaan dengan kondisi kesehatan dan waktu yang cukup tersita dalam menjalani roda usaha yang saya jalani, maka agak kesulitan untuk membagi waktu untuk kegiatan lain," tulisnya dalam surat.
"Sehubungan hal tersebut di atas, saya menyatakan mengundurkan diri dari kader dan keanggotaan Partai Persatuan Indonesia (Perindo)," lanjut dia.
(haf/tor)











































