"Aturan ini bersifat imbauan. Sebab dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 tahun 2019 tentang pengaturan lalu lintas pada masa angkutan lebaran, jalur Poros Pantura Lamongan Babat tidak termasuk jalur larangan kendaraan besar non BBM, Sembako dan Pertamina," kata Kepala Dishub Lamongan Muhammad Farikh kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).
Dikatakan Farikh, imbauan ini efektif akan dilakukan pada H-7 Lebaran atau pada 30 Mei mendatang hingga 10 Juni 2019. Imbauan, kata Farikh, dilakukan sehubungan dengan adanya arus mudik dan arus balik untuk mengantisipasi kemacetan.
"Imbauan ini kami berikan mengingat jalur poros antara Lamongan hingga Babat ini adalah jalur yang ramai," jelasnya.
Dishub Lamongan, lanjut Farikh, juga akan bekerjasama dengan polisi untuk melakukan penertiban terhadap truk-truk besar yang parkir sembarangan di pinggir jalur poros. Pihaknya, tandas Farikh, akan melakukan tindakan tegas karena membahayakan pengguna jalan yang lain.
"Kami sudah koordinasi dengan Satlantas Lamongan untuk melakukan penertiban ini," tegasnya.
Untuk diketahui, Polres Lamongan bersama instansi terkait, diantaranya adalah Dishub Lamongan, mendirikan setidaknya 5 posko pengamanan Lebaran di sejumlah jalur jalan di Lamongan. Posko ini akan membantu para pemudik dengan menyediakan layanan istirahat dan juga informasi yang dibutuhkan oleh pemudik. (iwd/iwd)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini