Kenaikan harga daging ayam broiler terpantau di pasar tradisional Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. Kenaikan terjadi sejak sepekan yang lalu.
"Naik Rp 2 ribu/kg, dari sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu," kata Julaikah (36), salah satu pedagang daging ayam broiler di Pasar Tanjung Anyar kepada detikcom, Senin (29/4/2019).
Hal senada dikatakan Narto (43), pedagang daging ayam di Pasar Tanjung Anyar. Menurut dia, naiknya harga daging ayam sudah dari suplier. Dia mendapatkan pasokan ayam dari Jombang, Blitar dan Kediri.
"Kenaikan karena menjelang bulan puasa. Barang memang agak ditahan suapaya langka lalu harganya naik," ungkap pria yang sudah 15 tahun berjualan daging ayam ini.
Tak hanya ayam broiler, lanjut Narto, harga daging ayam petelur juga naik Rp 2 ribu/ekor. Jika sepekan yang lalu masih Rp 40 ribu, sekarang menjadi Rp 42 ribu.
Pedagang asal Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini menjelaskan, kenaikan harga daging ayam mengakibatkan laba penjualannya turun hingga 50 persen. Jika sebelumnya dia bisa mengambil keuntungan Rp 2 ribu/Kg, kini hanya Rp 1.000/Kg.
"Penjualan sih meningkat dari satu kwintal menjadi 120 kilogram sehari, tapi laba saya turun setengahnya. Karena kalau terlalu saya naikkan harganya, khawatir pelanggan lari," terangnya.
Harga bumbu dapur di Kota Mojokerto sampai saat ini masih stabil. Bawang merah saat ini Rp 32 ribu/Kg, bawang putih Rp 46 ribu/Kg, cabai rawit Rp 20 ribu/Kg, sedangkan cabai merah Rp 32 ribu/Kg.
"Sampai sekarang belum ada kenaikan. Malah ada informasi bawang putih akan turun," ujar Friske (25), pedagang bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar.
Harga kebutuhan pokok lainnya di Pasar Tanjung Anyar juga masih stabil. Beras jenis IR 64 Rp 7.500/Kg, gula pasir Rp 11 ribu/Kg, minyak goreng curah Rp 10.500/liter, daging sapi Rp 110 ribu/Kg, telur ayam ras Rp 22 ribu/Kg, serta tepung terigu Rp 10 ribu/Kg. (fat/fat)











































