Ratna Sarumpaet Tanggung Kesalahan, Tolak Dokter Bedah Disalahkan

Round-Up

Ratna Sarumpaet Tanggung Kesalahan, Tolak Dokter Bedah Disalahkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Mar 2019 22:33 WIB
Foto: Ratna Sarumpaet (Farih Maulana-detikcom)
Jakarta - Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya soal penganiayaan. Tapi Ratna menolak bila dokter bedah disalahkan.

"Saya sudah minta maaf, jadi nggak ada kaitannya lagi. Aku sudah mengakui kebohongan," ujar Ratna Sarumpaet setelah mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (26/3/2019).

Dalam persidangan, dokter RS Bina Estetika membeberkan penanganan operasi wajah Ratna Sarumpaet. Ratna menjalani operasi pengencangan muka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Sidik Setiamihardja mengatakan tidak ada keluhan dari Ratna Sarumpaet setelah menjalani operasi wajah.

"Saya tidak mendengar keluhan (soal wajah bengkak). Sampai dengan pulang berjalan baik saja," kata dokter Sidik.






Ratna menjalani rawat inap di RS Bina Estetika pada 21-24 September 2018. Observasi terakhir dilakukan dokter pada 24 September siang.

"Pembengkakan masih ada, tapi itu sudah waktunya mencabut benang di kelopak mata. Tanggal 1 (Oktober) itu untuk mencabut benang, bengkak masih ada. Pembengkakan yang hari kedua adalah pembengkakan yang paling tinggi pada umumnya," sambung dokter Sidik.

Selain pada September 2018, menurut dokter Sidik, Ratna Sarumpaet pernah menjalani operasi bagian wajah di RS Bina Estetika.

"Saya yang harus minta maaf dengan dokter Sidik. Soal mempercantik, saya rasa saya cantik dari lahir, hanya sedot lemak dan facelift, tidak ada potong dagu atau tambah hidung. Beliau dokter saya sejak umur 65," sambung Ratna.






Di ruang sidang, Ratna Sarumpaet memohon kepada majelis hakim agar tidak 'menyalahkan' dokter Sidik. Hakim hanya menegaskan memeriksa saksi dengan mengacu pada keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada penyidikan.

"Saya hanya ingin mengatakan, jangan terkesan dokter Sidik ini disalahkan. Nggak ada yang salah dari apa yang dia lakukan," ujar Ratna.






Majelis hakim merespons pernyataan Ratna. Hakim hanya memeriksa saksi dengan mengacu pada keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan.

Ratna Sarumpaet didakwa membuat keonaran lewat hoax penganiayaan. Ratna menyebarkan hoax kepada sejumlah orang lewat pesan WhatsApp, termasuk mengirimkan gambar wajah lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
Halaman 2 dari 2
(fdn/fdn)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads