Ini Elite Parpol Yang Pernah Bertemu Jokowi di Istana

Ini Elite Parpol Yang Pernah Bertemu Jokowi di Istana

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 08:25 WIB
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (17/11/2016) Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo di Istana Negara menuai banyak kritik. Ada yang menyebut tak etis, sampai menilai Jokowi telah offside.

Pemberitaan detik.com menunjukkan, sesungguhnya hampir semua ketua umum partai politik pernah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, maupun Istana di Bogor. Tiga bulan setelah dilantik menjadi Presiden, 29 Januari 2015, misalnya, Jokowi mengundang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Bogor.

Kepada juru warta usai pertemuan tertutup, Prabowo menyampaikan dukungannya kepada Presiden Jokowi menjalankan pemerintahan sesuai amanat konstitusi. Pada 21 Desember 2015, giliran Presiden PKS Sohibul Iman ditemani beberapa elite partai itu bertemu Jokowi di Istana Negara selama 30 menit.

Menjelang akhir 2016, situasi politik di dalam negeri sedikit riuh. Jokowi menemui ketum parpol untuk menenangkan situasi politik di dalam negeri. Pada 31 Oktober lalu, Presiden Jokowi menemui Prabowo di Hambalang, Bogor.


Presiden Jokowi juga mengundang para ketua umum partai politik ke Istana Negara. Jokowi dan ketum parpol bertemu empat mata secara bergilir sambil bersantap siang dengan menu beragam.

Saat santap siang bersama Prabowo di Istana, 17 November 2016 menu yang disajikan ikan bakar. Sedangkan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, 21 November 2016, menunya bakmi godhog dan bakmi goreng. Kedua menu itu bukan disediakan pihak istana tapi dibawakan oleh Mega.

Lain lagi saat sarapan pagi dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh. Karena Surya berasal dari Aceh, menu yang disediakan adalah mie Aceh, bubur ayam, serta jus buah.

Siang harinya, Jokowi menjamu Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) dengan menu Coto Makassar. Di hari yang sama, Jokowi juga bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, lalu dengan Ketum Golkar Setya Novanto. Tempe goreng dan aneka tumisan menjadi menu yang mereka santap.

Sepekan kemudian, 29 November 2016, giliran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang diundang ke Istana. Usai makan siang dengan menu ikan bakar, sate dan sayuran keduanya melakukan pertemuan tertutup.

Saat masih menjabat Ketum Hanura, Wiranto pernah dua kali bertemu Jokowi di Istana. Pertama, 22 Desember 2014, saat dia menyampaikan undangan kepada Jokowi untuk menghadiri Munas Hanura. Kedua pada 2 September 2015. Wiranto datang bersama Zulkifli Hasan. Pada Juli 2016, Wiranto dilantik menjadi Menkopolhukam oleh Presiden Jokowi.

Dari semua pertemuan itu, sepertinya yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dengan Presiden ke enam RI itu berlangsung pada 9 Maret 2017.

Hal itu terwujud setelah SBY menyampaikan keinginannya untuk bertemu Jokowi pada 1 Februari 2017. Dalam kesempatan itu SBY mengaku sulit untuk bertemu Jokowi karena ada pihak di lingkaran Istana yang menghalangi Presiden untuk bertemu dengannya. Padahal dia punya sejumlah isu yang ingin diklarifikasi langsung kepada Jokowi.

Berbeda dengan kebanyakan politisi dan pengamat politik, Ketua KPU Arief Budiman justru menilai tak ada aturan yang membatasi pertemuan partai politik dengan pihak mana pun termasuk Presiden. Partai politik bebas melakukan pertemuan dalam konteks apapun. Meski pertemuan tersebut dimaksud dalam konteks Pemilu.

"Gak ada aturan (pertemuan dengan konteks apapun), parpol boleh ketemu dengan siapapun," kata Arief di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018). (erd/jat)




Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads