Cerita Pengurus Musala soal Hilangnya Ampli Berujung Pembakaran MA

Cerita Pengurus Musala soal Hilangnya Ampli Berujung Pembakaran MA

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 15:26 WIB
Cerita Pengurus Musala soal Hilangnya Ampli Berujung Pembakaran MA
Foto: Musala Al Hidayah, Kabupaten Bekasi. (Edward-detikcom)
Bekasi - MA dibakar hingga tewas karena dituduh mencuri amplifier di Musala Al Hidayah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pengurus musala menceritakan momen hilangnya amplifier dan mengejar terduga pelaku.

detikcom menyambangi Musala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (8/7/3017). Letak musala bercat biru itu tidak jauh dari permukiman penduduk.

Musala itu berdiri di atas tanah wakaf milik warga dengan luas bangunan tidak sampai 100 meter persegi. "Ini bukan musala pribadi tetapi hasil wakaf," ujar pengurus mushola Al Hidayah, Rojali ketika dihubungi detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rojali masih mengingat persis kronologi hilangnya ampli musala. Kala itu, dia dan anaknya baru selesai salat asar berjemaah.

"Saya hanya berdua dengan anak saya, selesai salat ada pria mencurigakan (MA) dengan sepeda motor Honda Beat. Waktu itu saya sedang membersihkan musala untuk persiapan HAUL nenek di Musala," ujarnya.

Musala Al Hidayah, Kabupaten Bekasi.Musala Al Hidayah, Kabupaten Bekasi. Foto: Edward-detikcom


Selaku pengurus musala, Rojali berusaha tidak menaruh curiga. Lantaran pria itu juga mengambil wudu ke belakang musala.

"Ya wallahualam apakah dia betul salat atau tidak. Cuma ketika dia keluar dari musala berpapasan dengan saya. Memang dia masuk membawa tas," tuturnya.



Singkatnya, Rojali baru sadar ampli musala hilang ketika ditanya oleh pamannya. Tanpa pikir panjang, Rojali teringat dengan pria yang mengendarai motor honda beat warna merah.

"Saya masih pakai sarung dan baju yang sama selesai salat. Saya berusaha mengejar orang itu, harapannya ampli ditemukan karena mau dipakai buat acara HAUL," paparnya.

Usaha pencarian Rojali membuahkan hasil. MA terduga pencuri ampli musala tertangkap di Pasar Muara, Desa Muara Bhakti, Kecamatan Babelan.

Rojali yang menegur pria itu, berusaha mengklarifikasi hilangnya ampli musala. Namun bukannya menjawab, pria terduga pencuri ampli justru melarikan diri.

"Pas di tikungan dia terjatuh, bukannya berhenti dia (MA) malah lari ke menyeberang kali mati. Waktu itu ada yang tanya saya kenapa, saya cuma bilang kalau ampli musala hilang," ujarnya.

Musala Al Hidayah, Kabupaten Bekasi. Foto: Edward-detikcom


Aksi pelarian pria terduga pencuri pun berakhir di kerumunan massa. Warga menduga pria itu pencuri motor.

"Saya bersama tokoh masyarakat setempat langsung berusaha menenangkan warga. Demi Allah, saya juga sudah jelaskan ke warga kalau itu bukan maling motor," bebernya.

Rojali menceritakan, waktu itu pria terduga pencuri ampli telah diamankan tokoh masyarakat. Bahkan dirinya juga sempat menelepon Bhabinkamtibmas Polsek Babelan.

"Waktu itu saya tinggal karena sudah dipercayakan sama tokoh masyarakat. Dan saya juga tidak diam, saya juga telepon Bhabinkamtibmas Desa Hurip Jaya yang langsung telepon ke Polsek Babelan," tuturnya.

Peristiwa main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa (1/8) lalu. Istri MA, Siti Zubaidah (25) begitu shock mendengar kabar tersebut . Menurut Zubaidah, seharusnya suaminya tidak diperlakukan seperti hewan.

"Ya kalaupun dia maling, kan nggak pantas diperlakukan seperti itu. Dia diperlakukan kayak binatang saja," kata Zubaidah saat ditemui detikcom di kediamannya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017) malam.

Polisi telah menangkap dua pengeroyok MZ, pria yang dituduh mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Babelan, Kabupaten Bekasi. Saat ini polisi masih memburu lima pelaku, termasuk yang membakar korban. (edo/idh)


Berita Terkait