"Kita sudah jelaskan di awal, kita awali dengan sosialisasi. 'Bu, Pak, mau dibedah?' 'Mau.' 'Kalau mau ya digarap, kalau nggak ya nggak apa-apa'," kata Marta saat ditemui detikcom di Posko Bedah Rumah, Jalan Kelapa Dua, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (6/7/2017).
Marta menjelaskan program bedah rumah ini didukung oleh program corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Pemprov hanya memfasilitasi dengan cara mendata rumah warga yang layak mendapatkan program bedah rumah melalui ketua rukun tetangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marta menerangkan program bedah rumah itu pun telah diterima baik oleh warga. Warga sangat berterima kasih karena rumahnya jauh lebih layak dari sebelumnya.
"Kita berikan yang terbaik dari pembuangan air kotornya, kan jadi lebih sehat. Mereka bilang, 'Terima kasih, Bapak, saya sudah ditolong,'" ucap Marta.
Baca Juga: Peserta Bedah Rumah Harus Bayar Pasang Listrik, Djarot: Masak Gratis
Marta bercerita mengenai asal-usul adanya pungutan listrik sebesar Rp 150 ribu. Dia menjelaskan uang itu untuk tenaga ahli yang memasang listrik.
"Masyarakat dengan kondisi mau Lebaran, 'Pak, bisa nggak ikut bantu pasang listrik?' Kita langsung bantu dari ahli instalasi listrik, bukan dari tim bedah rumah. Kita cuma berikan bentuk barang," tuturnya.
Baca Juga: Penjelasan Djarot soal Program Bedah Rumah yang Dikeluhkan Warga
Dia menjelaskan, untuk pemasangan listrik, awalnya memang tidak termasuk paket program bedah rumah. Namun akhirnya, setelah dibahas dengan tim, akhirnya listrik termasuk dalam paket bedah rumah itu.
"Listrik itu memang tadinya nggak dapat, tapi akhirnya dapat gratis, satu rumah dapat 10 meter kabel, satu piting sama satu stop kontak Broco," ungkapnya.
Baca Juga: Dikeluhkan, Ini Rumah Warga Sebelum dan Sesudah Dibedah
Program bedah rumah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta rencananya akan membedah 83 rumah mulai Senin (17/4). Sampai saat ini ada 23 rumah yang sudah dibedah dan masih terus dibangun di daerah Cilincing, Jakut.
Tahap pertama, yang membedah 12 unit rumah, ditargetkan selesai pada pertengahan Mei. Tahap kedua dari pertengahan Mei sampai 22 Juni dengan 11 rumah yang dibedah. Saat ini sebanyak tujuh rumah tengah bongkar dari Senin (3/7). (jbr/jbr)











































