"Iya dong listriknya kan ke PLN, ke PLN ya bayar dong, masak mau gratisan semua," ujar Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).
Djarot cukup kaget karena warga mengeluh soal pemasangan listrik ini. Padahal biaya untuk bedah rumah sendiri sangatlah besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilainya untuk bangun bantu dia berapa itu ya, kalau mau hitung-hitungan berapa puluh juta. Masak nggak ada rasa bersyukurnya," ucap Djarot.
"Saya sudah lihat di Cilincing dan bagus," tuturnya.
Peserta bedah rumah sebelumnya mengeluhkan program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta itu di lokasi yang terletak di Jalan Kelapa Dua RT 15 RW 03 Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (5/7).
Alasannya, rata-rata warga yang ikut program ini mengeluh karena bedah rumahnya tidak diselesaikan 100 persen. Bahkan ada rumah yang plafonnya belum terpasang atau rumah yang semula punya 2 kamar tidur, setelah dibedah, berubah menjadi 1 kamar tidur. (nth/dhn)











































