Keluarga Beri Izin Pemerintah Malaysia Tangani Jenazah Jong-Nam

Keluarga Beri Izin Pemerintah Malaysia Tangani Jenazah Jong-Nam

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 17:58 WIB
Keluarga Beri Izin Pemerintah Malaysia Tangani Jenazah Jong-Nam
Kim Jong Nam di Bandara Beijing, China, dalam foto tahun 2007 (Kyodo/via REUTERS)
Kuala Lumpur - Keluarga Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, memberikan izin kepada pemerintah Malaysia untuk menangani jenazahnya. Nasib jenazah Jong-Nam kini ada di tangan pemerintah Malaysia.

"Langkah selanjutnya untuk jenazah (Jong-Nam) belum diputuskan," ucap Deputi Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim dalam konferensi pers usai peluncuran sebuah seminar di Kelab Shah Alab, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (16/3/2017).

"Namun demikian, untuk saat ini, pihak keluarga telah memberikan izin kepada pemerintahan kita untuk menangani jenazah ini," terangnya. Namun Noor Rashid tidak menjelaskan kapan dan di mana diskusi otoritas Malaysia dengan pihak keluarga Jong-Nam itu dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Interpol Rilis Red Notice untuk 4 WN Korut Terkait Kasus Jong-Nam

Pernyataan Noor Rashid itu menjawab pertanyaan soal apakah keluarga Jong-Nam berniat untuk mengambil jenazahnya, setelah terungkap bahwa otoritas Malaysia berhasil mengidentifikasi jenazahnya dengan bantuan sampel DNA dari salah satu anaknya.

"Saat ini, jenazah (Jong-Nam) telah diserahkan kepada Kementerian Kesehatan. Langkah selanjutnya akan menjadi prerogatif Pemerintah Federal (Malaysia)," tegas Noor Rashid.

Jong-Nam (46) tewas usai diserang dengan racun VX di tengah keramaian Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Namun jenazahnya baru bisa diidentifikasi secara resmi pada 10 Maret, setelah otoritas Malaysia mendapatkan sampel DNA dari keluarga Jong-Nam.

Baca juga: Malaysia Mungkin Serahkan Jasad Jong-Nam Untuk Bebaskan 9 Warganya

Di sisi lain, kasus Jong-Nam ini memicu ketegangan diplomatik antara Malaysia dengan Korut. Ketegangan itu diwarnai pengusiran Duta Besar dan larangan bagi warga Malaysia untuk meninggalkan Korut. Hingga kini, masih ada 9 warga Malaysia yang terjebak di Pyongyang, Korut.

Pada Rabu (15/3) waktu setempat, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan pemerintah Malaysia masih mempertimbangkan kemungkinan untuk menyerahkan jenazah Jong-Nam ke Korut, demi membebaskan 9 warganya. Selama ini Korut meminta agar jenazah Jong-Nam diserahkan kepada mereka, namun ditolak Malaysia.

"Kita mempertimbangkan segala kemungkinan," jawab Ahmad Zahid saat ditanya apakah Malaysia akan mempertimbangkan langkah semacam itu.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads