Seperti dilansir AFP, Kamis (18/8/2016), Khalid Jabara yang tinggal di Tulsa, tewas ditembak oleh Vernon Stanley Majors pada Jumat (12/8) lalu. Majors kini ditahan polisi atas dakwaan pembunuhan dan menunggu persidangan digelar.
Dituturkan keluarga korban, pelaku sebenarnya sudah sering mengganggu mereka selama beberapa tahun terakhir. Majors dilaporkan kerap menghina keluarga Jabara dengan menyebut mereka sebagai 'warga Arab kotor', 'warga Libanon cabul' dan 'Mooslems'. Padahal keluarga Jabara yang sejak lama tinggal di Oklahoma ini merupakan penganut Kristen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat (12/8), Khalid menghubungi polisi setelah menyadari Major mendapatkan senjata api baru. "Dia (Khalid) takut atas apa yang akan terjadi. Polisi datang dan memberitahunya, tidak ada hal yang perlu dilakukan," tutur saudara perempuan Khalid, Victoria Jabara Williams, melalui akun Facebook-nya.
Beberapa menit kemudian, Khalid yang berusia 37 tahun ini ditembak hingga tewas di teras rumahnya. Polisi yang tiba ke lokasi, dengan cepat menemukan pelakunya yang tak lain adalah Majors. Polisi meminta keterangan sejumlah saksi mata sebelum menetapkan Majors sebagai pelakunya.
Penembakan ini memicu kemarahan keluarga Jabara, karena faktanya Majors pernah dipenjara sebelumnya setelah menabrak ibunda Khalid, Haifa dengan mobil, tahun lalu. Insiden penabrakan terjadi saat sang ibunda sedang jogging. Saat itu, jaksa mendakwa Majors dengan tudingan sengaja menyerang Haifa, hingga memicu patah tulang bahu dan cedera lainnya.
Baca juga: Ratusan Warga New York Melayat Imam Masjid yang Tewas Ditembak
Majors dipenjara sembari menunggu persidangan digelar, namun ternyata Majors bebas setelah membayar uang jaminan US$ 60 ribu pada akhir Mei tahun lalu. Parahnya lagi, Majors diperbolehkan tinggal kembali di rumahnya yang bersebelahan dengan rumah keluarga Jabara. "Dia (Majors) bebas dari penjara tanpa syarat apapun untuk jaminannya -- tidak ada gelang monitor di pergelangan kaki, tidak ada pemeriksaan alkohol, tidak ada," terang Victoria.
"Kematian saudara kami seharusnya bisa dicegah," imbuhnya.
Keluarga Jabara meyakini pembunuhan ini sebagai kejahatan kebencian. Namun polisi setempat menyatakan belum menemukan motif pelaku, sambil merujuk ada banyak keluhan warga setempat soal perilaku agresif Majors terhadap tetangganya.
Baca juga: Shamsi Ali Soal Penyebab Penembakan Imam di New York: Retorika Politik Trump
Upacara pemakaman untuk Khalid akan digelar secara privat di gereja mereka, St. Antony Orthodox Christian Church di Tulsa pada Kamis (18/8) waktu setempat. Sedangkan Majors akan mulai disidangkan pada 22 Agustus mendatang.
(nvc/ita)











































