Disampaikan Ketua Komisi DPR Amerika Serikat (AS) untuk Keamanan Dalam Negeri, Michael McCaul, seperti dilansir CNN, Jumat (1/7/2016), otak teror bom bandara Ataturk disebut bernama Akhmed Chatayev yang berasal dari wilayah North Caucasus, Rusia.
Baca juga: Korban Jiwa Bom Istanbul Bertambah Jadi 44 Orang, Termasuk Bocah Palestina
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Chatayev) ... mungkin musuh utama di wilayah North Caucasus, Rusia. Dia pergi ke Suriah dalam beberapa kesempatan dan menjadi salah satu letnan top untuk kementerian perang dalam operasi ISIS," tutur McCaul kepada CNN.
Baca juga: Usai Teror Bom, Pengunjung Berfoto di Bandara Istanbul yang Masih Mencekam
Tiga pengebom bunuh diri yang beraksi di bandara Ataturk pada Selasa (28/6) malam, tidak hanya mengenakan rompi peledak, tapi juga membawa senapan otomatis yang diduga jenis Kalashnikov. Dua pelaku meledakkan diri di dalam terminal internasional, sedangkan satu pelaku lainnya meledakkan diri di area parkir yang terletak satu lantai di bawahnya.
"Kami meyakini dia (Chatayev) berkoordinasi dengan tiga pengebom bunuh diri di Istanbul untuk melakukan serangan ini saat bulan Ramadan," imbuh McCaul.
Baca juga: 3 Pengebom Bunuh Diri Bandara Istanbul Terekam CCTV, Ini Fotonya
Tahun lalu, Departemen Keuangan AS memasukkan nama Chatayev dalam daftar teroris dan menyebutnya merencanakan serangan terhadap fasilitas AS juga Turki. PBB menyebut Chatayev menjadi komandan dari 130 militan lainnya.
McCaul menyebut informasinya soal Chatayev didapat dari intelijen Turki. Namun otoritas Turki belum mengkonfirmasi keterlibatannya dalam teror bom bandara Ataturk.
Otoritas Turki meyakini ketiga pengebom bunuh diri berasal dari Rusia, Uzbekistan dan Kyrgyzstan. Mereka masuk ke Turki sejak sebulan lalu, dari Raqqah, Suriah yang juga markas kuat ISIS. Ketiganya membawa serta rompi peledak, bom dan rencana mematikan dari petinggi ISIS.
(nvc/mad)











































