Korban Jiwa Bom Istanbul Bertambah Jadi 44 Orang, Termasuk Bocah Palestina

Korban Jiwa Bom Istanbul Bertambah Jadi 44 Orang, Termasuk Bocah Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2016 11:36 WIB
Korban Jiwa Bom Istanbul Bertambah Jadi 44 Orang, Termasuk Bocah Palestina
Paramedis mengevakuasi korban ledakan bom di bandara Ataturk (REUTERS/Murad Sezer)
Istanbul - Korban tewas dalam teror bom di bandara Ataturk, Istanbul, Turki bertambah menjadi 44 orang. Salah satu korban tewas ialah bocah Palestina berusia 3 tahun yang meninggal dunia, akibat luka-luka yang dideritanya.

Disampaikan oleh pejabat Palestina yang enggan disebut namanya, seperti dilansir CNN, Jumat (1/7/2016), bocah laki-laki berusia 3 tahun itu, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Menurut pejabat Palestina itu, ibunda si bocah telah tewas pada Rabu (29/6), atau selang sehari usai teror bom melanda terminal internasional bandara Ataturk pada Selasa (28/6) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 3 Pengebom Bunuh Diri Bandara Istanbul Terekam CCTV, Ini Fotonya

Satu korban jiwa lainnya, menurut kantor berita Turki, Anadolu, disebut sebagai seorang pria berkewarganegaraan Turki. Pria yang tidak disebut identitasnya ini, meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit setempat.

Dengan demikian, total korban tewas saat ini mencapai 44 orang, dengan 19 orang di antaranya merupakan warga negara asing. Warga asing yang tewas berasal dari beberapa negara seperti Arab Saudi, Irak, China, Yordania, Tunisia, Uzbekistan, Iran dan Ukraina.

Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai sedikitnya 238 orang.

Baca juga: Turki Sebut 3 Pengebom Bandara Istanbul dari Rusia, Uzbekistan dan Kyrgyzstan

Sementara itu, otoritas Turki menahan 22 orang yang diduga kuat terlibat teror bom di bandara Ataturk. Sebanyak 13 tersangka ditangkap dalam penggerebekan di Istanbul, sedangkan 9 tersangka lainnya ditangkap di kota Izmir. Tiga tersangka di antaranya dilaporkan warga negara asing, namun asal negaranya tidak diketahui.

Turki mengibarkan bendera setengah tiang pada Rabu (29/6), sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut teror bom itu tidak akan memecah-belah warga Turki. Erdogan menyebut, para teroris yang membunuh warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, bukan muslim yang sebenarnya.

"Ini tidak Islami. Mencabut nyawa seseorang berarti pergi ke neraka," tegas Erdogan.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads