Pro-kontra

110 Juta Netizen Diklaim Luhut Setuju Pemilu 2024 Ditunda, Anda Termasuk?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 15:35 WIB
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Luhut Pandjaitan (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Luhut Pandjaitan mengklaim ada 110 juta netizen yang mendukung Pemilu 2024 ditunda. Apakah Anda juga termasuk warganet yang setuju bila Pemilu 2024 ditunda?

Kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini, dia punya big data (mahadata) berisi data 110 juta netizen itu. Mereka semua ingin kondisi sosial-politik tenang tanpa gaduh Pemilu. Dia kumpulkan data 110 juta netizen itu dari pelbagai platform media sosial. Dia sampaikan klaim ini saat berbicara di acara kanal YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3) pekan lalu.

"Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah," kata Luhut.

Kritikan datang dari politikus partai hingga pakar. Partai Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan meragukan validitas basis data klaim Luhut. Data itu perlu diungkap ke publik.

Bahkan, partai pemenang pemilu yang memimpin koalisi pendukung Presiden Jokowi, PDIP, juga tidak setuju dengan klaim Luhut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendorong Luhut mengklarifikasi pernyataanya itu, soalnya Luhut bukanlah Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menteri Dalam Negeri. Kehendak rakyat juga perlu dilihat. Ketua DPP PDIP dan juga Ketua DPR Puan Maharani juga menegaskan bahwa pihaknya punya big data sendiri namun isinya lain dengan yang disampaikan Luhut.

Pakar media sosial Ismail Fahmi meragukan klaim Luhut. Analis media sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia ini menilai angga 110 juta netizen adalah angka yang mustahil. Dia meragukan pula sumber data Luhut.

"110 juta (netizen) sepertinya impossible," kata Ismail Fahmi lewat cuitan akun Twitternya, @ismailfahmi, Sabtu (12/3) lalu.

Lantas apakah data itu bisa dipertanggungjawabkan? Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi menyatakan data-data yang dihimpun Luhut berasal dari banyak sumber.

"Sebagai bagian dari pemerintah, tentu Pak Luhut menyerap semua aspirasi publik dengan pengelolaan data-data dari berbagai sumber yang terangkum dalam big data yang dikelola secara internal," kata Jodi kepada detikcom, Selasa (15/3/2022).

Lantas siapa saja 110 juta netizen yang diklaim Luhut setuju dengan penundaan Pemilu 2024 itu? Apakah Anda termasuk yang setuju dengan penundaan Pemilu 2024 atau tidak setuju?

Simak juga video 'Luhut Bicara Big Data Rakyat Mau Pemilu Ditunda, PDIP: Kapasitasnya Apa?':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/tor)