Klaim Luhut soal Big Data Netizen Mau Tunda Pemilu Panen Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Mar 2022 07:45 WIB
Infografis  sederet tugas Menko Luhut Binsar Pandjaitan
Gambar Luhut Pandjaitan (Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal)
Jakarta -

Luhut Pandjaitan bicara soal 110 juta warganet (netizen) punya aspirasi untuk menunda Pemilu 2024. Klaim Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu panen kritik.

Luhut berbicara di acara kanal YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3) lalu. Kata Luhut, dia punya data aspirasi rakyat Indonesia yang menginginkan penundaan Pemilu 2024.

"Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah," kata Luhut.

Dari data tersebut, Luhut menjelaskan masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Masyarakat, kata Luhut, tak ingin terjadi gaduh politik dan lebih menginginkan kondisi ekonomi ditingkatkan.

"Kalau menengah ke bawah ini, itu pokoknya pengin tenang, pengin bicaranya ekonomi, tidak mau lagi seperti kemarin. Kemarin kita kan sakit gigi dengan kampretlah, cebonglah, kadrunlah, itu kan menimbulkan tidak bagus. Masa terus-terusan begitu," ujarnya.

Selanjutnya, panen kritik:

Simak Video 'PKB Harap Big Data Luhut Yakinkan Publik Pentingnya Tunda Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]