Wakil Ketua Komisi III DPR F-NasDem Ahmad Sahroni mengusulkan agar KPK memeriksa semua calon presiden dan wakil presiden. Ketua DPP Golkar Dave Laksono menekankan KPK bukanlah lembaga penyelenggara pemilu.
"KPK kan bekerja sesuai aturan dan UU yang mereka miliki. Mereka kan bukan penyelenggara pemilu," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (9/9/2023).
Dave menyarankan agar tupoksi KPK dijalankan berdasarkan undang-udang. Begitu juga, tambahnya, dengan KPU yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan undang-undang tentang pemilu.
"Kembali saja kepada undang-undang yang sudah ada. KPK itu kan bekerja berdasarkan undang-undang dan peraturan yang dimiliki. Lalu KPU juga memiliki aturan dan undang-undang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya," jelasnya.
Dave menyebut usulan program pemeriksaan capres dan cawapres bukanlah menjadi patokan untuk menjalankan pemilu. Diketahui Golkar saat ini mendukung Prabowo Subianto dalam pemilu 2024.
"Bila mau ada pemeriksaan, penelusuran hal-hal yang mencurigakan ataupun adanya tindakan korupsi, silakan aja. Tapi bukan menjadi tolak ukur ataupun juga menjadi patokan untuk menjalankan pemilu ini. Di situlah yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan fungsi kenegaraannya," tutur dia.
"Bilamana KPK melanggar tupoksinya, dan bekerja di luar aturan dan perundang-undangan justru akan menyulitkan posisinya sendiri," lanjut dia.
Usulan KPK Periksa Semua Paslon
Ahmad Sahroni sebelumnya mengusulkan agar KPK memeriksa seluruh bacapres dan bacawapres buntut pemanggilan Ketum PKB yang juga bakal cawapres Anies, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Sahroni menilai langkah ini bagus untuk memastikan setiap pasangan calon yang maju benar-benar bersih dari kasus korupsi.
"Sebagai pimpinan Komisi III sekaligus anggota partai, saya meminta KPK sekalian membuat program pemeriksaan terhadap semua capres dan cawapres. Karena menurut saya, demi menjaga kredibilitas KPK dan persepsi publik, hal-hal seperti ini memang perlu dilakukan oleh KPK," ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (9/9).
Sahroni menyebut, jika semua bacapres dan bacawapres sudah diperiksa, nantinya tidak ada lagi kasus-kasus yang masih disangkutpautkan kepada para pasangan calon. Dia lantas mengungkit isu-isu yang ada seperti Anies Baswedan dengan Formula E, Ganjar dengan e-KTP, dan Prabowo dengan Food Estate.
Selengkapnya pada halaman berikut.
Tonton juga Video: Waketum PAN Merasa Belum 'Klik' dengan PKB Usai PAN-Golkar Dukung Prabowo
(lir/isa)