Gerindra Dukung Jokowi, Minta Tragedi Kanjuruhan Malang Diusut Tuntas

ADVERTISEMENT

Gerindra Dukung Jokowi, Minta Tragedi Kanjuruhan Malang Diusut Tuntas

Gibran Maulana - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 18:04 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (dok. Gerindra).
Foto: Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (dok. Gerindra).
Jakarta -

Fraksi Gerindra DPR RI meminta peristiwa tragedi Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 125 orang diusut tuntas. Gerindra menyatakan dukacita mendalam atas korban jiwa tragedi Kanjuruhan.

"Duka kami menyertai para korban jiwa dan keluarga yang ditinggalkan atas tragedi yang memilukan dan memalukan ini. Sepakbola harusnya menyenangkan, menghibur, dan membawa pesan persatuan. Bahkan sportivitas menjadi semangat utama dari olahraga ini. Tapi nyatanya anarkisme dan radikalisme yang terjadi sampai memakan korban banyak," kata Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Wakil Ketua MPR ini mengatakan tragedi Kanjurhan harus dijadikan pelajaran serta bahan evaluasi bagi penyelenggaraan sepakbola nasional. Menurutnya, kericuhan ini tidak dipicu satu hal saja, tetapi ada beberapa faktor lain yang menyertainya.

Faktor lain itu, kata Muzani, semisal kekecewaan pendukung fanatik berujung tindakan anarkis dan radikal. Kemudian kelalaian penyelenggaraan pertandingan terkait waktu dan tempat serta overkapasitas stadion, termasuk ketidaksiapan dalam penanganan dan pengendalian massa oleh aparat.

Muzani menegaskan Gerindra mendukung penuh sikap Jokowi atas tragedi Kanjuruhan. Jokowi diketahui sudah memberikan sejumlah arahan kepada para pembantunya di pemerintahan.

"Untuk itu Partai Gerindra mendukung penuh sikap Presiden Jokowi yang meminta Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI agar tragedi Kanjuruhan ini diusut tuntas. Dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait teknis penyelenggaraan dan prosedur pengamanannnya," ujar Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra.

Menurut Muzani, sepakbola Tanah Air akhir-akhir ini sudah menunjukkan prestasi yang membanggakan seperti Timnas U-20 yang berhasil mengalahkan beberapa negara dalam laga internasional. Namun, kata dia, ada hal yang selama ini diabaikan yakni pembinaan terhadap suporter, termasuk soal fanatisme yang kadang dijadikan komoditi tanpa ada pembinaan memadai.

Muzani menganggap apapun langkah dalam mengusut tuntas ini tetap saja tidak akan mengembalikan 125 nyawa yang telah menjadi korban, serta kesedihan keluarga yang ditinggalkan belum terobati.

"Karena itu apa yang disampaikan Presiden khususnya kepada Kapolri untuk melakukan investigasi menyeluruh merupakan langkah tepat agar tidak ada kelalaian penyelenggaraan dalam event-event selanjutnya," ujar dia.

Fraksi Gerindra telah memberikan instruksi kepada anggota fraksi di Komisi X yang membidangi olahraga untuk melakukan upaya-upaya evaluasi dengan PSSI, Kemenpora, dan pihak penyelenggara Liga 1 terkait tragedi Kanjuruhan.

"Itu sebabnya kita berharap tragedi ini bisa diusut tuntas oleh pihak berwajib. Ratusan korban tidak sebanding dengan apapun. Kita harus introsepksi diri masing-masing agar sepak bola nasional kita lebih baik ke depan dan Indonesia bisa masuk piala dunia," ujar Muzani.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT