Bertemu UAS, Sekjen Gerindra Sampaikan Pesan Prabowo

ADVERTISEMENT

Bertemu UAS, Sekjen Gerindra Sampaikan Pesan Prabowo

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 14:28 WIB
Sekjen Gerindra silaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad (UAS)
Sekjen Gerindra silaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) di kediamannya di Kampar, Riau. Muzani didampingi jajaran DPP, DPD, DPC, hingga anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten setempat.

Silaturahmi itu dilakukan pada Kamis (8/9/2022). Silaturahmi ini didahului dengan pembacaan zikir dan doa yang dipimpin oleh UAS dengan tujuan untuk keselamatan bangsa dan negara. Kegiatan ini bagian dari rangkaian kunjungan Partai Gerindra ke sejumlah ulama dan ponpes di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Menurut Muzani, silaturahmi ini merupakan upaya Partai Gerindra untuk terus menjalin hubungan baik dengan tokoh masyarakat seperti ustaz, ulama, kiai, dan habaib. Sebab, kata Muzani, mereka adalah orang-orang yang menjadi simbol rakyat sebagaimana pesan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Pak Ustaz, sebelum kami ke sini. Kami berjumpa dengan Pak Prabowo. Beliau menyampaikan salam hormat untuk Ustaz dan keluarga besar Ustaz. Beliau meminta maaf karena belum bisa berjumpa langsung dengan Ustaz karena kesibukan beliau saat ini," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya.

"Pak Prabowo menyampaikan kepada kami, Insya Allah dalam waktu dekat beliau berkesempatan untuk bersilaturahmi langsung dengan Ustaz, beserta para ulama, kiai-kiai, habaib, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya," imbuh Muzani.

Di hadapan UAS, Muzani menyampaikan pesan yang selalu disampaikan Prabowo kepada seluruh kader Gerindra. Seorang ustaz, kiai, ulama, dan habaib itu adalah simbol kehidupan rakyat. Itu sebabnya, agar tidak ada kesalahan dalam menangkap aspirasi rakyat, maka dekatilah ulama. Karena mereka adalah representasi dari kondisi kesejahteraan rakyat-rakyat di daerah.

Muzani mengatakan, perjuangan sebagai anggota dewan dan partai politik tidak berbeda jauh dengan berjuang di dunia militer.

"Pak Prabowo selalu mengingatkan kami sebagai pengurus partai agar tidak salah dalam menangkap harapan, semangat, dan cita-cita rakyat. Kata Pak Prabowo, posisi kalian tidak beda dengan kami yang ada di militer. Di militer mengelola pasukan dengan senjata. Komandan militer begitu salah perintah fatal, bisa jadi korban perang, tidak ada perdamaian, ekonomi lumpuh. Tapi begitu komandan memimpin dengan baik dan benar, maka tercipta perdamaian, ketenangan rakyat, dan ekonomi tumbuh," jelas Wakil Ketua MPR itu.

Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT