Demikian diungkapkan pengamat parlemen Sebastian Salang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2009).
"Tetapi jika PDIP dan Golkar bergabung maka parlemen ini tak lebih dari parlemen masa orde baru yang selalu menyanyikan koor setuju bagiΒ pemerintah," kata Salang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa dibaca bisa diketahui apakah parlemen akan jadi alat pemerintah atau alat kontrol," terangnya.
Salang memastikan bahwa dinamika di DPR dalam mengambil keputusan yang menyangkut kebijakan pemerintah akan tetap terjaga jika PDIP dan Golkar bersikap dibarisan oposisi. Namun jika tidak, dipastikan tak ada dinamika yang menarik di parlemen mendatang.
"Walaupun di voting kemungkinan tetap menang pemerintah, karena jumlah suaranya lebih banyak. Tetapi setidaknya ada dinamika jika keduanya oposisi," tutupnya. (Rez/yid)











































