Iran: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Mengejar dan Membunuhnya

Iran: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Mengejar dan Membunuhnya

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 15 Mar 2026 12:53 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel (Foto: Reuters)
Teheran -

Garda Revolusi Iran bersumpah menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Hal itu disampaikan IRGC saat perang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut.

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir AFP, Minggu (15/3/2026).

NDTV melaporkan pernyataan tersebut muncul di tengah unggahan media sosial yang menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan Netanyahu. Beberapa pengguna menyoroti kekhawatiran tentang video Netanyahu pada 13 Maret, yang membuatnya tampak seperti memiliki enam jari di salah satu tangannya hingga menimbulkan kecurigaan bahwa video tersebut diedit menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel dan AS meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel telah menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei, yang saat itu merupakan pemimpin tertinggi Iran, tewas.

ADVERTISEMENT

Iran lalu membalas dengan menyerang Israel, pangkalan AS di negara-negara kawasan Teluk hingga menutup Selat Hormuz. PM Israel Netanyahu sempat 'menghilang' saat Iran terus melakukan serangan balasan.

Dilansir Reuters, Netanyahu baru muncul pada Jumat (13/3/2026). Dia muncul berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui tautan video.

Netanyahu mengatakan Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman. Dia bahkan mengatakan Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah menderita.

Dia juga bersumpah akan terus menyerang Hizbullah Lebanon atas serangan Hizbullah pada Senin (2/3) lalu. Ketika ditanya mengenai tindakan apa yang akan diambil Israel ke Iran dan Hizbullah, dia enggan membeberkannya.

Lihat Video 'Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di UEA, Bahrain, dan Kuwait':

Halaman 2 dari 2
(haf/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads