Kubu Surya Paloh Klaim Kuasai DPD di Indonesia Timur

Berebut Kursi Ketum Golkar

Kubu Surya Paloh Klaim Kuasai DPD di Indonesia Timur

- detikNews
Kamis, 30 Jul 2009 19:01 WIB
 Kubu Surya Paloh Klaim Kuasai DPD di Indonesia Timur
Jakarta - Kubu Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh tidak khawatir dengan gerakan kubu Aburizal Bakrie (Ical) yang sudah menggarap dukungan dari Indonesia Timur. Kubu Ical dinilai hanya akan sia-sia saja kubu Ical mengumbar gerakan yang akan menarik dukungan di Indonesia Timur.

"Tak menutup kemungkinan upaya Ical tersebut sia-sia. Sebab, jauh-jauh hari Bang Surya sudah melakukan konsolidasi di kawasan itu," kata Anggota tim sukses Surya Paloh, Edison Betaubun kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/7/2009).

Menurut Edison, kubu Paloh sudah sejak lama menggarap wilayah Indonesia Timur. Karena itulah, pihaknya sama sekali tidak khawatir dengan manuver Ical tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana Ical mengumpulkan DPD I dan DPD II di Makassar merupakan bagian dari sosialisasi. Nah, sebagai salah satu kandidat Ical memang harus gencar melakukan sosialisasi. Tapi, kehadiran DPD dalam sosialisasi Ical tersebut tidak otomatis sebagai bentuk dukungan," paparnya.

Menurut Korwil Golkar Provinsi Maluku ini, DPD I dan II yang akan mengikuti silaturahmi dengan Ical merupakan pendukung langsung Surya Paloh. Bahkan, banyak kader Golkar dari Indonesia Timur yang secara terang-terangan meminta Surya Paloh maju.

"Elit-elit Golkar yang berasal dari Indonesia Timur berada di belakang Surya Paloh, seperti Jusuf Kalla, Iskandar Mandji, dan sejumlah nama lainnya. Jadi, tidak bisa otomatis diklaim sebagai pendukung Ical. Mereka masih komitmen memberikan dukungan kepada kita (Surya Paloh)," klaimnya.

Menurut Edison, perkembangan dukungan kepada Surya Paloh terus bertambah. Namun, dukungan resmi dengan membawa surat mandat masih berkisar 350 DPD I dan II. "Ya kalau yang mendukung secara pribadi mau dihitung, sudah mewakili 400 an DPD I dan II. Tapi, yang begitu (dukungan pribadi) tidak kami hitung. Kita tunggu dukungan resminya," pungkasnya.
(yid/ndr)


Berita Terkait