Sikapi Putusan MA, Ketum PAN, PPP dan PKS Bertemu Malam Ini

Sikapi Putusan MA, Ketum PAN, PPP dan PKS Bertemu Malam Ini

- detikNews
Rabu, 29 Jul 2009 19:12 WIB
 Sikapi Putusan MA, Ketum PAN, PPP dan PKS Bertemu Malam Ini
Jakarta - PAN, PPP dan PKS sudah bulat betul dalam menyikapi putusan MA yang membatalkan peraturan KPU mengenai pasal penetapan caleg terpilih tahap kedua. 3 pimpinan PAN, PPP dan PKS berencana bertemu malam ini di kantor DPP PAN, Jl Warung Buncit. Agenda yang dibicarakan antara lain menyusun strategi bersama dalam menyikapi dan menolak putusan MA tersebut.

"Malam ini jam setengah delapan rencananya Mas Tris, Pak Tifatul dan Pak Suryadharma Ali akan bertemu di Rumah PAN. Agendanya membahas soal putusan MA," kata salah satu fungsionaris DPP PAN yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom, Rabu, (29/7/2009).

Menurut salah satu ketua DPP PAN itu, pertemuan malam ini selain untuk menyikapi putusan MA nomor 15 tentang DPR, rencananya juga untuk membahas putusan MA nomor 14 dan 16 yang juga membatalkan peraturan KPU tentang penetapan caleg DPRD I dan II tahap kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertemuan malam ini juga akan membahas secara komprehensif putusan MA yang sampai membatalkan kursi DPRD. Ini membahayakan kalau sampai dilaksanakan sekarang," paparnya.

Rencananya jika pertemuan malam ini menemukan titik temu, 3 parpol akan melakukan aksi bersama untuk menuntut agar putusan MA tidak direalisasikan saat ini. Hal ini untuk menghindari terjadinya kegaduhan politik yang tidak diinginkan.

"Kalau disepakati, mungkin 3 parpol akan menggelar aksi bersama, entah bentuknya seperti apa. Kalau kemarin kan melaporkan hakim MA ke KY dan datang ke KPU untuk memberi dukungan. Kalau kesepakatan malam ini, saya belum tahu," pungkasnya.

Untuk diketahui, jika putusan MA tentang pembatalan model penghitungan caleg terpilih tahap kedua dilaksanakan KPU sekarang, 3 partai ini yang akan mengalami nasib paling buruk. Selain 3 partai ini, Partai Gerindra dan Hanura juga mengalami nasib yang sama, yaitu berkurangnya jumlah kursi yang diperoleh karena diambil oleh partai besar seperti PDIP, Golkar dan Partai Demokrat.

(yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads