"Pemilu kita tidak berbicara semata-mata hasil, tapi proses. Melihat kita juga menerima laporan kecurangan di daerah, pilar pemilu jurdil belum tercipta," kata sekretaris Timkamnas Mega-Prabowo, Hasto Kristiyanto.
Hal itu dikatakan Hasto yang ditemui wartawan di sela-sela rapat evaluasi Timkamnas Mega-Prabowo di Jl Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2009)
Penilaian ini pun menurut Hasto akan mempengaruhi sikap Mega-Prabowo dalam menerima hasil Pilpres yang saat ini sedang digelar rekapitulasi akhir hasil pilpres oleh KPU.
Hasto pun menambahkan, suara yang masuk dalam Pilpres kali ini bisa menjadi tolak ukur soal legitimasi pemilu. Besarnya jumlah golput menurutnya menguatkan pernyataan-pernyataan dari kelompok prodemokrasi bahwa pemenang pemilu adalah golput.
"Golput itu sistemik dengan pengertian ada upaya-upaya dari pihak tertentu dengan DPT dan pengurangan TPS," imbuh anggota Komisi VI DPR ini.
Hingga saat ini evaluasi masih berlangsung sejak pukul 11.00 WIB. Sejumlah elit PDIP dan Gerindra tampak hadir, di antaranya Pramono Anung, Fadli Zon, Theo Syafei, Gayus Lumbuun, Suhardi, Mahendradatta, dan Adang Ruchiatna.
(Rez/iy)











































