Pengamat politik Musni Umar mengatakan tidak banyaknya perolehan suara JK-Wiranto karena mandegnya mesin politik Golkar. Tim sukses JK-Wiranto tidak mengoptimalkan jaringan partai di tingkat DPD. Tim pemenangan JK-Wiranto lebih mengandalkan para relawan.
"Kubu JK-Wiranto mungkin khawatir kalau menggunakan instrumen partai, seperti DPD akan memakan banyak biaya. Itu sebabnya mereka banyak membentuk relawan," jelas Umar saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (8/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat politik dari Indobarometer Muhammad Qodari juga berpendapat bahwa salah satu sebab kekalahan JK-Wiranto adalah karena masalah internal Golkar. "Mau dibolak-balik seperti apa kader Golkar itu bersifat pragmatis. Ditambah figur JK yang kurang menjual, maka suara dari Golkar banyak yang lari," tuturnya.
Kekalahan JK-Wiranto ini terlihat dari berbagai hasil quick count yang dilansir sejumlah lembaga. JK-Wiranto berada di urutan paling buncit dengan perolehan suara sekitar 12-13 persen. Posisi pertama ditempati SBY-Boediono dengan perolehan suara sekitar 60% dan posisi kedua ditempati Megawati-Prabowo dengan perolehan suara 27%.
(ddg/asy)











































