"Capres atau cawapres dapat saja menghindari bahwa kekalutan ini hanya merupakan tanggung jawab KPU saja," ujar Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Andreas Yewangu.
Andreas mengatakan itu dalam pertemuan tokoh lintas agama dengan capres dan cawapres JK-Wiranto dan Mega-Prabowo di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2009).
Menurut Andreas, Presiden SBY harus ikut berperan dalam kisruh DPT. "Presiden RI yang ex officio adalah kepala negara RI tidak bisa menghindar dari gejala pertikaian yang mulai menegang tampak di permukaan kehidupan bangsa," imbuh dia.
Meski demikian, Andreas menyerukan kepada masyarakat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
"Mewaspadai pemecah belah etnis dan agama dan tetap dalam bingkai Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.
(nik/iy)











































