SBY-Boediono Kampanye di GBK, GPS Doa Bersama

SBY-Boediono Kampanye di GBK, GPS Doa Bersama

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 19:25 WIB
SBY-Boediono Kampanye di GBK, GPS Doa Bersama
Jakarta - Pasangan SBY-Boediono akan melakukan kampanye terakhirnya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2009) besok. Gerakan Pro SBY pun di tempat yang sama akan menggelar Doa Bersama Lintas Agama.

"Doa bersama ini dilakukan lintas agama. Ini merupakan acara puncak GPS, setelah dua bulan melakukan roadshow ke sejumlah wilayah di Indonesia untuk
melakukan penggalangan dan sosialisasi," kata Wakil Sekjen GPS, Fandi Wijaya, kepada detikcom di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Menurut Fandi, Doa Bersama Lintas Agama ini akan dilakukan di tempat berbeda, yaitu di Gedung Basket di Komplek GBK. Acara ini akan diikuti 3.000 sampai 5.000 massa GPS se-Jabotabek, serta 40 ulama dan tokoh perwakilan dari Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Khonghucu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Acara akan berlangsung jam 09.00 WIB, siangnya jam 12.00 WIB kita gabung
untuk mengikuti kampanye SBY-Boediono di Stadion Utama," jelasnya.

Diakui Fandi, awalnya selain acara doa bersama, akan dilakukan Khataman Al
Quran, namun acara tersebut dibatalkan. "Setelah mendapat penjelasan dari
pantia Kampanye Nasiona, ternyata pada jam 12 pintu GBK akan ditutup, untuk acara kita setidaknya butuh waktu tiga jam, akhirnya dibatalkan," tandasnya.

Ditanya soal gejolak di internal para relawan dan pendukung SBY dengan
Timkamnas serta Fox Indonesia. Fandi mengaku, sebagai organisasi civil society yang mendukung SBY selalu berkoordinasi dan sinergi dalam melakukan suatu kegiatan di sejumlah daerah. "Jadi kita tidak pernah berbarengan," ujarnya.

Terkait gejolak sejumpal parpol koalisi dan relawan lainnya dengan Fox Indonesia. GPS, lanjut Fandi, pihaknya tidak ingin terlibat konflik dan bentrokan horizontal dan black campaign.

"Kita mencoba, apapun kata orang dengan black campaign-nya itu, kita
berupaya santun dan tidak mau terjebak, karena masyarakat sudah dewasa berpolitik," tandasnya.

(zal/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads