10 Jam Dikepung Demonstran, 3 Anggota KPU Samarinda Dievakuasi Polisi

10 Jam Dikepung Demonstran, 3 Anggota KPU Samarinda Dievakuasi Polisi

- detikNews
Kamis, 02 Jul 2009 20:02 WIB
10 Jam Dikepung Demonstran, 3 Anggota KPU Samarinda Dievakuasi Polisi
Samarinda - Tiga anggota KPU Kota Samarinda masing-masing Ramaon Dearnov, Syarifudin dan Wahidudin, terpaksa dievakuasi Poltabes Samarinda. Ketiganya 'disandera' oleh demonstran sejak pukul 09.00 Wita.

Dengan pengawalan ketat polisi, ketiga anggota KPU Kota Samarinda itu dinaikkan ke kendaraan lapis baja Poltabes Samarinda sekitar pukul 19.40 Wita, Kamis (2/7/2009).

"Kita wajib melindungi anggota KPU," kata Wakil Kapoltabes Samarinda AKBP, Mahendra Jaya, di sela proses evakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berawal dari unjuk rasa dua kelompok massa yang berbeda kepentingan. Satu kelompok menuntut penghitungan suara ulang sekaligus menolak penghitungan ulang suara 114 kotak suara dari 4 kelurahan di Kecamatan Samarinda Seberang. Sebab Panwaslu Kota Samarinda menyatakan ada kecurangan dalam penghitungan suara di daerah tersebut. Namun di satu kelompok lainnya menentang penghitungan suara ulang.

KPU sendiri berpendapat penghitungan suara yang didesak caleg dari Partai Patriot itu tidak perlu dilakukan. Sebab caleg tersebut sudah dipecat oleh DPP Partai Patriot.

"Jadi kita tidak akan mungking melakukan penghitungan suara ulang yang sia-sia. Karena caleg yang meminta penghitungan ulang sudah dipecat," kata anggota KPU Kota Samarinda Syarifuddin.


Suasana sempat memanas karena kedua kelompok massa tetap pada pendirian masing-masing. Untuk menghindari bentrokan polisi memisahkan kedua kelompok dengan 1 unit watercanon. Sempat terjadi kericuhan ketika salah seorang pendemo melemparkan botol plastik ke arah aparat
yang berada di dalam area kantor KPU.

Rencananya jika sampai pukul 20.00 Wita aksi unjuk rasa akan dibubarkan paksa jika tidak membubarkan diri. Namun sebelum batas waktu yang dihentikan, kedua kelompok massa sudah membubarkan diri.

(djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini