Militer Iran telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (UAV) atau drone di atas kota pelabuhan Bandar Abbas di wilayah selatan. Tindakan ini dilakukan di tengah kekhawatiran akan peningkatan perang skala penuh yang melanda Timur Tengah.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (25/10/2026), Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa pesawat nirawak tersebut merupakan jenis LUCAS yang dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS dapat menyerang Iran kapan saja-bahkan "besok"-atau justru mencapai kesepakatan dengan negara tersebut.
"Kami sedang memikirkan untuk melakukannya, mungkin besok," kata Trump kepada para wartawan saat ditanya sejauh mana pertimbangannya mengenai kemungkinan serangan tersebut, dilansir Anadolu Agency dan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026).
Pernyataan Trump itu disampaikan pada Sabtu (24/10) waktu AS. Dia mengatakan tidak akan ada orang lain yang tahu jika AS benar-benar kembali menyerang Iran.
"Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya akan melakukannya?" tambahnya.
Trump mengatakan bahwa Iran masih bisa menghindari tindakan militer lebih lanjut dengan mencapai kesepakatan bersama AS. "Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?," ujar Trump.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa pesawat-pesawat yang berada dalam gugus tempur kapal induk USS George Washington kini tengah disiagakan.
(rdp/knv)
